Anggap Diskursus Pendidikan Sangat Penting, Dema FAH Adakan Ngabuburead Seri Pendidikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Penyampaian materi Pendidikan sebagai Alat Reproduksi Sosial, Re-Orientasi Pendidikan Tinggi yang Memerdekakan oleh Zita Wahyu Larasari, Seorang Dosen PSDK FISIPOL UGM

Washilah – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar mengadakan Ngabuburead Seri Pendidikan bertajuk Revisiting Falsafah Pendidikan melalui aplikasi zoom, Minggu (09/05/21).

Kegiatan yang menyajikan tiga topik berbeda yaitu pertama membangun gerakan anti neoliberasime perguruan tinggi, kedua pendidikan sebagai alat reproduksi sosial, dan ketiga aspek keadilan sebagai konsep dasar sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Salah satu pembicara Ersal, mennuturkan Brokrasi selalu mensosialisasikan subsidi silang namun jika kita ingin menelaah lebih dalam, aturan tersebut sebenarnya tidak ada.

“Birokrasi selalu mensosialisikan subsidi silang, mereka menjelaskan soal bagaimana sistem UKT ternyata terdapat subsidi silang. Kalau kita menilisik atau menalaah lebih keritis melihat aturannya, sebenarnya tidak ada aturan seperti itu. subsidi silang dengan artian si kaya membantu si miskin,” tuturnya.

Lanjut, Ia mengatakan aturan yang membahasakan ialah pure bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Tetapi yang ada malah aturannya membahasakan ternyata pure bantuan dari APBN yang di sebut Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN),” lanjut Ersal.

Selain itu Ketua DEMA FAH, Suci Rahmayani berharap setelah kegiatan bisa membawa spirit baru bagi mahasiswa untuk menghadirkan iklim pendidikan yang sehat.

“Mengingat persoalan pendidikan kita yang kian hari kian kompleks maka diskurusus seperti ini sangat perlu dilakukan. Kami berharap kegiatan ini membawa spirit baru untuk gerakan mahasiswa utamanya di lingkup UIN Alauddin,” harapnya.

Penulis : Nadia Hamrawati Hamzah (Magang) 

Editor : Agil Asrifalgi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami