HMJ IH Rekontruksi Nilai-Nilai Keimanan Pada Ramadhan Fair

Facebook
Twitter
WhatsApp
Nampak anak-anak yang sedang mendaftar lomba dalam kegiatan Ramadhan Fair yang diselenggarakan HMJ Ilmu Hukum, bertempat di Mesjid Darussalam Manggallekana, Moncongloe, Kabupaten Maros. Rabu (28/04/2021)

Washilah – Siang itu, di Perumahan Nusa Idaman Residence tepatnya Masjid Darussalam Manggallekana, Moncongloe, Kabupaten Maros. Matahari terasa lebih terik dari biasanya. untungnya, angin sejuk yang berhembus dari arah barat agak meredam panas udara sekitar.

Sudah seminggu hujan tak lagi menyapa daerah sekitaran sini, mungkin pertanda akan datangnya musim kemarau.

Setelah melaksanakan salat zuhur secara berjamaah, beberapa anak tak langsung pulang dan terlihat sibuk mendaftarkan dirinya untuk mengikuti lomba yang akan dilaksanakan.

Tak kalah sibuknya, terlihat beberapa panitia yang sedari tadi mengatur kesiapan pelaksanaan lomba. Ada yang mempersiapkan mimbar dan di bagian kanan belakang mesjid, ada yang mendata calon peserta.

“Ini saya mecatat nama-nama peserta yang akan ikut lomba Adzan dan Tadarus Al-Qur’an,” kata Yohana, salah satu panitia.

Lomba tersebut merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Ramadan Fair dengan tema “Rekonstruksi nilai-nilai Keislaman dan Peradaban Dalam Bingkai Ramadhan” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum (IH) UIN Alauddin Makassar.

“Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 26-28 April ini, diantaranya mengisi ceramah, membantu persiapan buka puasa bersama, dan puncaknya hari ini pelaksanaan lomba Adzan dan tadarus,” Jelas Nur Azizah Adnan selaku ketua panitia.

Tepat pada Pukul 13:39, pemandu mengambil alih dan membuka acara diikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, kegiatan lomba dibuka langsung oleh perwakilan pengurus HMJ IH, Hasan Basri S.

Lomba adzan dimulai, peserta pertama maju kedepan dengan telapak tangan kanan diletakkan menutup telinga, kemudian bersiap melantunkan adzan yang umumnya dipakai muadzin dalam memanggil atau menyeru kepada umat muslim bahwa waktu salat telah tiba.

Tak berselang lama, mulai tampak awan mendung dari arah kiri mesjid, menandakan bahwa hujan yang telah lesap disembunyikan kecerahan beberapa hari sebelumnya akan kembali menyusup dan mengguyur tanah Moncongloe, Kabupaten Maros.

Kegiatan dilanjutkan, lomba tadarus pun dimulai. Ayat Al-Qur’an dilantunkan peserta bergantian satu demi satu. Ada yang sangat lancar dan ada pula yang masih terbata-bata dalam membaca ayat, namun suatu kemajuan dan merupakan hal yang patut disyukuri bahwa di kompleks perumahan yang sudah termasuk daerah perkotaan ini masih terjaga kultur atau budaya belajar membaca Al-Qur’an.

Benar saja, selepas ashar hujan mulai gerimis yang kian lama kian deras. Hingga menjelang magrib, awan mulai menghentikan perasan air hujan. Tampak seluruh jalanan dan daun serta rerumputan telah dibasahinya.

Kegiatan dilanjutkan buka puasa bersama beberapa warga. Pengurus masjid mengatakan kehadiran mahasiswa membantu pengelolaan kegiatan ramadhan selama beberapa hari dan tentunya kegiatan tersebut juga menjadi amaliah di bulan suci ramadhan.

Malam semakin larut, rangkaian ibadah tarwih juga telah terlaksana. Langit saban-saban menampakkan kerlip bintang satu persatu tentunya diikuti cahaya temaram bulan yang indah.

Penulis : Jushuatul Amriadi (Magang)

Editor : Agil Asrifalgi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami