Dekan FDK: Robohnya Tower UIN Alauddin Telan Kerugian Hingga 300 Juta

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr Firdaus Muhammad, M. Ag

Washilah – Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar memberikan klarifikasi terkait Tower Radio Syiar FM yang roboh pada Minggu, (15/11) lalu. Tower setinggi 50 meter itu ditaksir menelan kerugian hingga 300 juta.

Dekan FDK UIN Alauddin Firdaus Muhammad, menjelaskan peristiwa robohnya Tower Radio Syiar FM yang terjadi beberapa waktu lalu murni disebabkan oleh faktor cuaca extrem hujan deras disertai angin kencang.

“Jadi, soal robohnya Tower UIN Alauddin Makassar yang di tempatkan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu murni musibah karena memang cuacanya extrem,” jelasnya.

Di awal menjabat sebagai Dekan pada tahun 2019 lalu ia telah mengeluarkan biaya perawatan untuk Tower Radio Syiar FM mulai pembaruan cat hingga penambahan kawat baja untuk menguatkan Tower tersebut.

“Tahun lalu saya sudah menganggarkan agaran perbaikan untuk pengecetan sudah di tambah tali kemudian bagian di studio juga sudah diperbaiki itu prioritas pertama saya ketika menjadi Dekan memperbaiki Radio,” tuturnya.

Selain itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FDK Irwanti Said, mengatakan semenjak dibangun 11 tahun silam Tower itu digunakan untuk pancaran Radio Syiar FM.

“Tower itu memang untuk siaran radio. Di bangun tahun 2009 kurang lebih 11 tahun usianya. Jadi, memang digunakan untuk pancaran Radio Syiar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mantan Direktur Radio Syiar FM itu mengungkapkan sebelum robohnya Tower tersebut Radio Syiar FM telah off air tidak melakukan siaran lagi, sementara ini katanya akan merubah pola siarannya.

“Sebelum roboh memang Syiar sudah off air. Kenapa off karena pertama memang kita sedang membenahi sistem mau merubah pola siaran dan kedua masa pandemi saya juga fokus di bidang Warek III sementara masih menyusun siaran selanjutnya tapi belum sempat selesai ada musibah ini,” tutupnya.

Penulis: Andi Abil Hasan Rivai (Magang) 

Editor: Rahma Indah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami