UIN Alauddin Raih Jurnal Terakreditasi Nasional Terbanyak se PTKIN

Facebook
Twitter
WhatsApp
UIN Alauddin Makassar meraih jurnal terakreditasi terbanyak. Sebanyak 39 jurnal dirilis http://sinta.ristekbrin.go.id

UIWashilah – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar meraih Jurnal Terakreditasi Nasional terbanyak se Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yang dirilis http://sinta.ristekbrin.go.id dan SK Akreditasi Periode II Tahun 2020 pada Jumat (18/09/2020) kemarin.

Dalam rilis tersebut, kampus yang di Pimpin Prof Hamdan Juhannis berada dalam posisi pertama dari 15 PTKIN dengan jumlah jurnal sebanyak 39.

Kepala sub Bagian Humas UIN Alauddin Makassar, Ismi Sabariah menyampaikan ucapan selamat kepada pengelola jurnal atas prestasi yang diperolehnya.

“Selamat atas pencapaiannya ini adalah kado terindah Milad ke-55 UIN Alauddin Makassar,” katanya.

Sementara itu, pengolola jurnal, Taufik Mathar menjelaskan prestasi itu dimulai sejak 2016. Ketika itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Mardan membentuk tim publikasi jurnal.

“Bermula ketika Prof Mardan membentuk tim publikasi jurnal, tugas sederhana hanya mendata atau mencari tahu apa-apa saja jurnal yang ada di kampus UIN Alauddin Makassar,” ujarnya.

Lanjut, setelah teridentifikasi, pada tahun berikutnya 2017 kembali Prof Mardan membentuk tim pengelola jurnal terdiri dari para editor yang telah memiliki pengalaman dalam dunia publikasi jurnal ilmiah.

“Tugasnya yaitu mendampingi para editor jurnal agar bagaimana menata dan mengelola jurnal dengan baik sesuai dengan standar akreditasi Nasional. Jadi pada tahun inilah seluruh pengelola jurnal di kampus menata ulang kembali serta mengubah paradigma mereka dari tata kelola jurnal ilmiah berbasis cetak ke online. Ada banyak hal-hal teknis dan kebijakan dibuat ketika itu dan hingga saat ini masih terus berjalan dan dikembangkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa berawal dari sana, satu persatu jurnal mendapat rekognisi sebagai jurnal Nasional terakreditasi.

“39 jurnal yang telah terakreditasi tersebut kita bina sejak 2017 lalu. Hingga kini kami pun tetap berkomunikasi, baik itu secara langsung maupun dari grup WhatsApp, pengelola jurnal di kampus yg diberi nama Sahabat Jurnal,” bebernya.

Proses pendampingan yang dilakukan Sahabat Jurnal sangat aktif antara tahun 2017 hingga 2019.

“Beberapa kali kami undang pengelola jurnal untuk workshop, baik itu formal maupun di waktu luang. Bahkan di luar jam kantor pun mereka tetap intens mengurusi jurnalnya hingga kini,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini Rektor UIN Alauddin Prof Hamdan Juhannis membentuk Tim Task Force Rumah Jurnal UIN Alauddin bertugas memberikan pendampingan kepada jurnal yang ada di kampus, juga mempersiapkan beberapa jurnal yang akan mendapat rekognisi Internasional.

“Kini tim tersebut dikordinir oleh Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi (LP2M) UIN Alauddin Makassar,” pungkasnya.

Penulis: Rahmania

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami