Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar menggelar yudisium secara online. Yudisium diselenggarakan menggunakan aplikasi Zoom, Selasa (5/5/2020).
Yudisium merupakan penentuan nilai dalam rangka peresmian gelar atau ujian yang dilakukan oleh mahasiswa sarjana. Ketua jurusan MD, Dra Audah Mannan saat di konfirmasi mengatakan yudisium telah ditunda sebanyak tiga kali.
“Iya, sebenarnya yudis ini diadakan tanggal 20 Maret 2020, tapi tertunda terus karena perpanjangan masa libur kampus, sudah 3 kali penundaan dan ini dilaksanakan secepatnya karena di perpanjang stay at home, jadi kalau tidak di yudisium kasihan mahasiswa belum legal kesarjanaannya,” jelasnya.
Dra Audah Mannan menambahkan jumlah mahasiswa yang ikut yudisium secara online sebanyak 28 mahasiswa, namun jumlah sebenarnya sebanyak 35 mahasiswa.
“Dari jumlah wisudawan ada 35 mahasiswa tetapi yang ikut cuman 28 mahasiswa, dan akan dilaksanakan wisuda di bulan Juni kalau tidak ditunda lagi,” tambahnya.
Lanjut, iya pun berharap kedepannya kepada mahasiswa yang telah melakukan yudisium secara online agar tidak berhenti untuk terus belajar.
“Janganlah berhenti belajar, karena orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu, sedang mereka yang terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan, terus berkarya dan berinovasi, meski terkadang dihadang hambatan dan rintangan,” pungkasnya.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti yudisium secara online, Risna Aprianti merasa bersyukur karena yudisium yang diikutinya berjalan dengan lancar. Meskipun ia merasa sedikit kecewa tidak bisa melaksanakan yudisium seperti pada umumnya.
“Allhamdulillah berjalan dengan lancar, di tengah pandemi seperti ini, yang mengharuskan kita harus tetap #dirumahsaja tidak menghalangi semangat kita untuk tetap melaksanakan yudisium. Sedikit rasa kecewa dari saya pribadi, karena tidak dapat melaksanakan yudisium seperti yang pada umumnya, namun kembali lagi bahwa keadaan di luar tidak memungkinkan kita semua untuk kembali bersua seperti biasanya,” ucapnya.
Penulis: Pelita Nur
Editor: Rahmania











