Tahun Yang Melelahkan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber: www.jogja.tribunnews.com

Oleh: Sigit

Pada setiap penghujung tahun. Ada banyak harapan yang diucapkan banyak orang, baik harapan ke kerabat dekat, harapan untuk untuk diri sendiri dan ada juga harapan kepada orang terkasih.

Tak sedikit orang yang mengeluh dalam satu tahun terakhir ini, ada yang mengeluh karena belum ada harapannya yang terpenuhi tahun sebelumnya, mengeluh karena belum wisuda, mengeluh karena sudah wisuda namun belum bekerja, ada juga yang mengeluh belum nikah-nikah dan masih banyak lagi keluhan di penghujung tahun ini.

Dengan kata lain, beberapa orang keliru dalam memaknai tahun baru. ia terjebak dalam euforia pergantian malamnya hingga harus rela berjam-jam menunggu puncaknya. Kendati demikian banyak juga yang berkicau di medsos dengan tema resolusi di tahun baru, ini semacam tradisi di akhir tahun.

Baiknya adalah ada yang sadar dengan kekurangan dan kekeliruan yang dilakukan di tahun sebelumnya, mereka-mereka ini yang sadar dan ingin berbenah dengan menjadikan pelajaran dan peringatan pada tahun sebelumnya.

Hanya saja pergantian tahun bukanlah sesuatu yang krusial yang secara ajaib dapat mengubah begitu saja kehidupan para penyambutnya. Jika ia tidak di isi dengan niat dan gebrakan baru, semangat baru, perilaku baik, budi pekerti yang luhur dan amal saleh, serta wawasan baru dan perubahan positif dalam usaha mencapai cita-cita dan tujuan hidupnya, maka pergantian tahun baru tersebut tidak bermakna apa-apa.

Satu tahun terakhir memang sangat melelahkan. Namun ketika pola pikir kita diwarnai sifat pesimistis maka hasilnya adalah kelemahan. Henry Ford pernah berkata “Ketika anda berpikir anda bisa, maka anda benar. Begitu pula saat Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda juga benar.”

Ketika kita berpikir kita bisa pasti kita akan melakukan usaha untuk mencapai sebuah hasil. Begitu pula ketika kita berpikir kita tidak bisa, kita tak akan melakukan usaha yang benar-benar maksimal sebab usaha tersebut akan sia-sia. Bukankah suatu proses tak akan mengingkari sebuah hasil? Jadi, tetaplah berpikir positif dan tetap optimis.

Besok sudah tahun 2020. Silahkan ubah rasa kemalasan menjadi ketekunan, rasa tidak percaya diri menjadi berani, rasa kegagalan dengan keberhasilan dan yang merasa tahun ini melelahkan, tahun berikutnya adalah kemajuan.
Selamat tahun baru 2020.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Manajemen Haji dan Umrah (MHU) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester III.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami