PBAK (Pemain Baru Masuk Kampus)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Ardiansyah

Oleh: Ardiansyah

Mahasiswa. tentunya setelah melalui beberapa tahapan seperti Taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Secara administratif seseorang yang telah melalui tahapan tersebut berhak untuk mendapatkan kesempatan untuk mendaftarkan dirinya di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ataupun swasta sebagai seorang mahasiswa. Mengenai apa itu mahasiswa, definisinya tentu sangat beragam tergantung bagaimana pandangan setiap orang akan apa yang telah dilalui dan dilihatnya. Secara meluas yang banyak dipahami oleh masyarakat Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Dan benar, definisi tersebut banyak dipakai oleh mahasiswa saat ini bila ingin menjelaskan apa sebenarnya mereka. Namun apakah hanya sebatas itu?, apakah tidak ada hal lain yang bisa dilakukan oleh mahasiswa?, apakah mereka hanya diarahkan untuk belajar dan menimba ilmu saja?. Apakah faktor budaya, kemauan orang tua, kemauan diri sendiri, atau hanya ikut-ikutan, ada banyak alasan bagi seseorang mendaftarkan dirinya di perguruan tinggi agar dapat menyandang label sebagai seorang mahasiswa. Setelah menjadi mahasiswa, tentunya akan ada rasa bangga tersendiri dan ada perasaan lebih yang dirasakan ketika belajar di perguruan tinggi ketimbang belajar dibangku sekolah.

Menjadi mahasiswa yang ala kadarnya tentu bukanlah sebuah persoalan yang rumit untuk dilaksanakan. Datang mengikuti perkuliahan, mengisi absen, mengumpulkan atau mengerjakan tugas, lalu pulang ke rumah atau indekos adalah corak dari mahasiswa ala kadarnya. Bahkan, ada beberapa di antara mahasiswa ini melakukan hal yang lebih sederhana lagi, kalau istilah trennya sih 4D (Datang, Duduk, Diam, Dongo). Tumbuh meluasnya jenis mahasiswa Ala kadarnya memang mengurangi corak kritis dalam pemikiran mahasiswa itu sendiri, ditambah dengan gaya hidup santai dan tidak mau ambil pusing membuat banyak mahasiswa melupakan peran dan fungsi mereka sebagai seorang mahasiswa. Bayangkan saja jika 80% atau 90% mahasiswa yang ada dalam suatu kampus menganut gen ala kadarnya, hahaha… Ini pasti menjadi kabar baik untuk pihak birokrasi, dan menjadi kabar buruk untuk para tokoh-tokoh pergerakan mahasiswa yang telah tiada.

Tentunya untuk kalian yang baru dan akan menjadi seorang mahasiswa memahami tugas, peran dan fungsi seorang mahasiswa sangat penting agar mampu membawa bangsa ini menuju kearah yang lebih baik, bukan malah menambah penyebaran gen ala kadarnya.

1. Tugas
Sebagai seorang mahasiswa tentunya ada beberapa tugas pokok yang menjadi kewajiban dan harus di jalankan oleh setiap mahasiswa. Adapun tugas seorang mahasiswa adalah :
• Pendidikan
Tugas mulia yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa adalah dengan melaksanakan kegiatan pendidikan. Pendidikan di sini adalah
dari proses pendidikan yang dilakukan tersebut diharapkan akan muncul bibit-bibit mahasiswa unggul. Karena sistem edukasi dalam lingkup perkuliahan sangat baik, maka kelak ketika lulus mahasiswa harus menjadi pejuang bangsa dan menjadi aset penting untuk negara.

• Penelitian
Tugas yang kedua bagi mahasiswa adalah melakukan penelitian. Mahasiswa memiliki beban yang terbilang lumayan berat, karena kali ini mahasiswa dituntut untuk dapat mencari solusi dari suatu permasalahan. Tujuannya agar tercipta solusi baru untuk permasalahan dalam masyarakat. Hasil dari penelitian mahasiswa pun diharuskan dengan cara profesional dan ilmiah, bukan hasil menjiplak secara brutal karya orang lain dan bukan merupakan hasil penelitian yang prematur. Mahasiswa dituntut untuk mampu memanfaatkan penelitian ini dalam suatu proses pembelajaran agar mendapatkan suatu perubahan-perubahan yang akan merubah bangsa dan negara menjadi lebih maju dan terdepan.

• Pengabdian masyarakat
Tugas mahasiswa yang terakhir adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dalam dunia mahasiswa ketika sudah semester pertengahan atau akhir, tentunya kampus akan membuat program pengabdian masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakan dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif. Pada kegiatan ini mahasiswa harus mampu bersosialisasi langsung dengan masyarakat. Selain itu tentunya sebagai seorang mahasiswa pengapdian pada masyarakat tidak hanya pada saat itu saja, melainkan saat anda masuk dalam sebuah universitas sampai dinyatakan lulus di universitas tersebut. Sifat makhluk sosialnya harus ditunjukkan dengan berkontribusi nyata. Seperti yang kita ketahui bahwasannya mahasiswa merupakan penyambung lidah rakyat, agent of change dan lainya. Maka dari itu mahasiwa dituntut mengetahui porsi dari tugas meraka dalam mengabdi kepada masyarakat. Agar tercipta masyarakat yang madani.

2. Peran dan Fungsi
• Mahasiswa sebagai Social Control
Dengan memiliki pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan jenjang lainnya, maka mahasiswa memiliki kemampuan intelektual serta kepekaan sosial, yang kelak diharapkan mampu menjadi kontrol dalam kehidupan sosial masyarakat. Dengan cara mampu memberikan saran, solusi, serta kritik dari berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat ataupun bangsa. Selain itu, peran mahasiswa sebagai social control ini juga ketika terjadi hal tak beres atau ganjil dalam kehidupan masyarakat. Sehingga, mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan jika terjadi kebusukan birokrasi yang dianggap lazim.
Selanjutnya, apabila seorang mahasiswa acuh atau tak peduli pada lingkungannya, maka tak akan ada lagi harapan yang lebih baik lagi di kehidupan berbangsa dan bernegara nantinya. Hal tersebut karena seorang mahasiswa sudah sepantasnya mampu menumbuhkan jiwa kepedulian sosialnya, sehingga harus peduli dengan berbagai ranah elemen bermasyarakat. Di mana kepedulian sebagai mahasiswa bukan hanya diwujudkan ke dalam bentuk demo serta turun ke jalan saja, melainkan melalui pemikiran cemerlang, bantuan moril dan material, serta diskusi-diskusi yang membangun.

• Mahasiswa sebagai Agent of Change
Sebagai pelajar tingkat tinggi yang bertindak sebagai agen perubahan, mahasiswa juga tak hanya ibarat pahlawan yang berasal dari suatu negeri yang menggagas suatu perubahan saja, namun juga sebagai pelaku atau objek dalam membuat perubahan besar dan membuat pemimpin yang tak memiliki berkompeten merasa gerah dan cemas. Hal tersebut karena, dengan banyaknya ketidakadilan dan pembodohan yang dilakukan oleh pemimpin bangsa ini, maka mahasiswa harus mampu berpikir secara aktif agar bisa mengembalikan serta mengubah keadaan tersebut ke bentuk semula. Di mana perubahan yang dimaksud ini adalah perubahan ke arah yang lebih baik, namun tetap tak menghilangkan jati dirinya. Jika kita sebagai mahasiswa mari kita ciptakan lagi para reformator-reformator dan jiwa founding father dalam jiwa para mahasiswa agar tidak tertelan oleh hedonisme zaman.

• Mahasiswa sebagai Iron Stock
Dikatakan sebagai iron stock, peran mahasiswa adalah sebagai generasi penerus bangsa, yang diharapkan memiliki keterampilan, kemampuan, serta akhlak yang mulia, agar bisa menjadi calon pemimpin yang siap guna. Sebab itu merupakan sebuah cadangan, aset, serta harapan bangsa di masa depan. Selain itu, mahasiswa juga tak hanya sebagai kaum akademis intelektual yang duduk dan mendengarkan dosen di bangku perkuliahan saja, namun dirinya juga harus bisa memperkaya pengetahuan yang lebih baik lagi, bagi itu dalam segi keprofesiannya ataupun kemasyarakatan. Sebab, peran mahasiswa sebagai iron stock ini, ialah sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki masa depan cerah, sehingga kelak mampu menggantikan generasi yang sudah ada. Dengan demikian, mahasiswa tak hanya cukup dengan ilmu spesifik saja, namun juga perlu memiliki soft skill lainnya seperti leadership, kemampuan untuk memposisikan diri, dan sensitivitas yang tinggi.

• Mahasiswa sebagai Moral Force
Mahasiswa merupakan pelajar yang berada di tingkat pendidikan paling tinggi, sehingga diharuskan atau bahkan diwajibkan mempunyai nilai moral yang baik. Selain itu, tingkat intelektual dari seorang mahasiswa tentu akan disejajarkan pada tingkat moralitasnya di berbagai ranah kehidupannya. Sebagai mahasiswa harus memiliki acuan dasar dalam bersikap dan berprilaku. Acuan dasar tersebut merupakan tingkah laku, perkataan, cara berpakaian, cara bersikap, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan moral santun. Semua acuan tersebut harus dimiliki oleh mahasiswa agar tercipta moral yang baik, bukanya moral yang buruk. Di sinilah mahasiswa dituntut untuk bertanggung jawab atas intelektualnya dalam kekuatan moral didalam masyarakat.

• Mahasiswa sebagai Guardian of Value
Mahasiswa sebagai Guardian of Valueber arti mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat. Lalu seperti apa nilai-nilai yang harus dijaga oleh seorang mahasiswa? Mahasiswa dikatakan insan akademis apabila mampu menjaga nilai-nilai masyarakat dan dapat berfikir ilmiah. Mahasiswa dituntut untuk menjunjung tinggi keadilan, kejujuran, integritas, gotong royong, empati, serta sifat yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat lainnya. Selain itu, seorang mahasiswa juga dituntut agar mampu berpikir dengan ilmunya mengenai nilai-nilai yang mereka jaga itu. Bahkan, dalam hal ini, mahasiswa juga harus berperan sebagai pembawa, penyampai, serta penyebar dai ilmu serta nilai-nilai yang telah mereka pelajari di perguruan tinggi. Masih ada satu nilai lagi yang memenuhi kriteria sebagai nilai yang wajib dijaga oleh mahasiswa, nilai tersebut adalah nilai-nilai dari kebenaran ilmiah. Mahasiswa harus mampu mencari berbagai kebenaran berlandaskan watak ilmiah yang bersumber dari ilmu-ilmu yang didapatkan dan selanjutnya harus diterapkan dan jaga di masyarakat.

Dilansir dari:

Pengertian Mahasiswa, Tugas, Peran & Fungsinya [Lengkap]

Dengan memahami tugas, peran dan fungai mahasiswa. Tentunya mahasiswa akan menjadi wajah baru dalam memajukan bangsa dan negara. Dengan menggunakan metode dan pergerakan yang baru dalam menjalankan tugas, peran dan fungsinya sebagai seorang mahasiswa bukan tidak mungkin mahasiswa akan lahir menjadi aset berharga yang di miliki oleh bangsa dan negara. Olehnya itu jadilah seorang mahasiswa yang sebagaimana seharusnya mahasiswa itu.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) semester V.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami