Fasilitas Penerangan Tak Ramah Perempuan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi jalan gelap minim PJU. (bbs)

Washilah-Kurangnya fasilitas penerangan dalam kampus sangat berpotensi menimbulkan kejahatan, baik bagi pejalan kaki maupun yang berkendara. Hal ini menjadi keluhan dari berbagai pihak kampus. Mahasiswa yang berkegiatan malam dan mahasiswi yang berjalan kaki di area kampus menuju kosnya.

Salah satu mahasiswi Jurusan Teknik Arsitektur, Nurul Fatimah yang juga aktif dalam satu komunitas bahasa, mengharuskan dia bertolak menuju kosnya pada malam hari. Nurul mengungkapkan bahwa dirinya merasa kurang aman saat hendak pulang karena jalur yang dia lewati minim titik penerangannya.

“Saya pulang malam biasanya kalau sendiri takut sekali karena gelap, harus pakai senter supaya jalan agak terlihat, gelap seperti ini sangat berpotensi adanya pencurian,” ungkapnya, Kamis (16/05/2019).

Menanggapi hal itu, Kabag Umum, Fatahuddin menjelaskan, kondisi alur listrik di UIN Alauddin sedang bermasalah akibat penggalian pembangunan gedung terpadu dan masih dalam proses perbaikan. “Kami sudah upayakan dan sudah dalam masa perbaikan kabel titik penerangan,” bebernya, Selasa (30/04/2019).

Lebih lanjut ia menambahkan lampu jalan yang masih berfungsi di lingkungan kampus kadang tidak dinyalakan. Penanggung jawab bagian listrik tidak memantau hingga malam dan biasanya hanya dinyalakan oleh Satuan Pengaman. Tapi, alasan utama kurangnya titik penerangan adalah kerusakan akibat galian pembangunan gedung terpadu.

“Untuk sekarang memang masalah besarnya kabel yang rusak akibat galian di gedung terpadu,” ulangnya.

Terkait antisipasi tingkat kriminal untuk menjaga keamanan mahasiswa di kampus terkhususnya perempuan. Menurutnya, cukup dengan menugaskan satpam untuk berkeliling setiap malam agar mengontrol keadaan kampus, mulai dari gerbang masuk sampai pagar-pagar pembatas kampus.

Tulisan ini telah terbit di Tabloid Washilah edisi 109

Penulis: Viviana Basri, Hadziratul Qudsiyah

Editor: Suhairah Amaliyah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami