Washilah – Peserta dan pengawas ruangan Ujian Masuk Mandiri (UMM) UIN Alauddin Makassar keluhkan kondisi gedung Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). Minggu (21/07/2019).
Sesuai aturan, peserta diwajibkan memasuki ruangan pukul 07.30, meskipun ada beberapa calon mahasiswa yang terlambat, panitia UMM tetap mempersilahkan mereka untuk mengikuti ujian selagi keterlambatannya belum mencapai 30 menit.
“Untuk kelompok ujian Paper Based Test (PBT), ruangan IPC 136 FAH tadi berjalan lancar, jadi sebelum jam 08.00 mereka sudah mengisi biodata pengawas teliti semua, biodatanya diisi dengan baik dan lengkap dan menjelang pukul delapan panitia pengawas ruangan sudah membagi soal dan tepat pukul delapan peserta sudah mengisi lembaran soal yang telah dibagikan,” ujar salah satu pengawas, Capi.
Kondisi ruangan yang panas juga menyebabkan terganggunya jalannya tes UMM, sambung Capi, walaupun kondisi ruangan yang panas tetapi tes UMM tetap berjalan lancar, untungnya di ruangan yang saya awasi masih ada kipas angin yang masih dapat digunakan.
“Sebenarnyakan ini aib tuan rumah, selaku penyedia lokasi tetapi memang kondisi ruangan disini panas karena kebanyakan ruangan tidak berfungsi ACnya, untungnya diruangan saya masih ada satu kipas yang masih bisa digunakan tetapi itupun masih terasa panas, yang saya dengan di sabagian ruangan malah ada yang sama sekali tidak menyala AC dan kipasnya,” ujarnya.
Hal yang sama juga dilontarkan, salah seorang peserta ujian yang mengeluhkan kondisi ruangan yang panas dan juga wc yang tidak mengalirkan air. “Kekurangannya ini ruangan di panasnya, tidak nyaman ki mengerjakan soal karena takut-takut ki jatuh keringat ta, kan kalo basah lembar jawaban tidak diterima mi, jadi haruski siap-siap lap terus keringat ta, wcnya juga tidak menyala airnya, karus paki turun di lantai II untuk buang air karena disituji menyala airnya,” tutur Egit, peserta asal Sinjai.
Menanggapi hal itu, Wakil Dekan bidang Administrasi Abdul Rahman mengatakan, faktor dari masalah ini adalah karena tidak adanya koordinasi panitia pelaksana dengan penanggung jawab gedung fakultas.
“Itu semua dikarenakan tidak adanya koordinasi antara panitia pelaksana dengan penanggung jawab gedung, sehingga AC,Kipas dan WC itu tidak dapat digunakan karena memang tidak dikabari sebelumnya yang bertanggung jawab atas fasilitas, kalo saya yang ditanya yaa saya bisa jawab apa, karena inikan memang diluar tanggung jawab saya yang hanya selaku Wakil Dekan I,” ucapnya.
Penulis: Ilham Hamsah
Editor: Muhammad Aswan Syahrin











