Apa yang Terjadi dengan Remaja Masa Kini?

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi | Nur Apiah B

Oleh : Nur Apiah B

Remaja adalah masa dimana mereka mencari jati diri yang sesungguhnya. Berbagai macam cara pun dilakukan untuk menemukan identitasnya. Lantas siapakah remaja itu?

Menurut Zakiah Darajat (1990: 23) remaja adalah masa peralihan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini, anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak, baik bentuk badan ataupun cara berfikir dan bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.

Masa remaja ini, berlangsung antara usia 12 tahun hingga usia 21 tahun bagi wanita dan usia 13 tahun hingga usia 22 tahun bagi pria.

Menurut kalian apa yang terjadi dengan remaja saat ini? Rusak? Hancur? Krisis moral? Ya, mungkin itulah yang terjadi. Saat ini, dapat kita saksikan dalam kehidupan remaja sehari-hari, mereka banyak bergaul bebas tanpa batas, suka balapan, dan nongkrong tidak jelas di pinggir jalan, cafe, karaoke dan tempat-tempat hiburan lain daripada harus belajar, membaca buku dan hal positif lainnya yang lebih bermanfaat. Tapi sayang, mereka lebih memilih melakukan hal yang tidak bermanfaat, dan melupakan kewajibannya sebagai umat Islam.

Di media sosial juga sangat mudah kita temukan banyaknya remaja yang melakukan pembullyan, hamil diluar nikah, tindakan yang tak senonoh dan lain sebagainya. Mengapa kita mudah menemukannya di media sosial? Karena tempat pelarian remaja saat ini adalah media sosial, posting status, curhat tiada henti, upload story, dimana hal tersebut sangatlah mudah diakses bagi penggunanya.

Bahkan hal yang mereka lakukan pun bisa viral, berakibat banyak orang yang tahu sehingga menyebabkan keluarga dan pelaku merasa malu bahkan tak jarang kita jumpai si pelaku nekat bunuh diri, karena tak sanggup lagi menahan bullyan dan rasa malu yang dirasakan dari hal yang ia perbuat.

Begitu pilu hati dan pikiran ini melihat perkembangan dunia remaja saat ini yang semakin lama semakin krisis moral. Generasi yang seharusnya akan melanjutkan estafet perjuangan dan menentukan maju tidaknya bangsa ini. Namun, jika melihat mereka pada kondisi saat ini sungguh miris rasanya.
Untuk itu kita sebagai remaja harus berhati-hati dalam bertindak dan marilah kita berbuat kebajikan dimulai dari diri kita sendiri kemudian ke orang lain.

Dalam hal keteladanan, Allah berfirman: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengaharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS. al-Ahzab: 21). Jika Rasul SAW telah memberikan teladan yang baik, maka kita pun sebagai umatnya harus memberi teladan yang baik antar sesama.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) semester II.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami