Anak Rantau Itu Bermental Baja’ bukan Anak Manja

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Jusman

Oleh: Jusman

Semua orang pasti sangat ingin mengabdi di kampung nya sendiri, karena bisa dekat dengan keluarga, kehidupan di kampung yang kita sudah lalui sejak lahir pastinya terasa lebih nyaman ketimbang di kampung orang.

Namun terkadang sebagian orang memilih keluar kampung untuk mencari pengalaman tersendiri atau untuk ingin hidup mandiri tanpa berpangku tangan lagi kepada orang tua, demi masa depan yang diimpikan. Banyak problem yang sering menimpah anak rantau saat sudah berada di tanah rantau, dan terkadang sebagian orang yang mentalnya tak kuat harus menyerah di tengah jalan dan memilih balik ke kampung.

Tapi, tak sedikit juga yang memilih bertahan dan menjalani pahit manisnya hidup di tanah rantau. Biasanya, beberapa orang yang tahan dengan segala ujian akan sukses di kemudian hari. Meski rejeki seseorang berbeda-beda, namun mental yang kuat menghadapi semua masalah di tanah orang tentunya menjadi faktor yang sangat penting dalam meniti sebuah kesuksesan.

Berkat pengalaman merasakan pahit manisnya hidup, rata-rata anak rantau itu bukan anak manja yang selalu mengeluh. Anak rantau itu bermental baja, tidak gengsi serta mampu dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru yang ia tempati.

Ia sudah terbiasa dengan makanan seadanya, bahkan tak makan sekalipun, beraktivitas dengan ikhlas dan selalu dapat memanfaatkan waktu secuil pun.

Maka tak heran jika rata-rata anak rantau bersikap lebih dewasa serta mampu mengatasi setiap masalah yang mereka hadapi dengan bijaksana.

Jika anda ingin mencari sebuah cerita inspirasi hidup, pengalaman anak rantau adalah cerita terbaik yang dapat menginspirasi anda demi kesuksesan kelak.

Penulis merupakan Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar Tahun 2017

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami