Ada pertanda di pelipismu
Keringat hampa menepis dukamu
Tanpa alas kaki nan menyertai
Merangkul secerca harapan
Demi nyanyian logam-logam di pelataran
Pada gedung-gedung keabadian
Selimut sutra berbumbu karpet merah
Terpukau raga menelan sukma
Sebab di kakinya ada si tua meminta-minta
Hatiku merintih
Sayu di mata buih menerobos
Inginku dusta mencari sang arif
Mengadu dan bersua
Certaan tanpa arti
Kami sampah-sampah jalanan.
*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester II.