Pembukaan Sekolah Anti Narkoba, HMJ BPI Gelar Seminar Nasional

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh HMJ Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) yang dihadiri oleh peserta Sekolah Anti Narkoba dan Lembaga Anti Narkoba (LAN) bertempat di LT UIN Alauddin Makassar. Jumat (26/04/2019)

Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menggelar Seminar Nasional dalam rangka kegiatan Sekolah Anti Narkoba Se-Sulawesi Selatan bertempat di Lecture Theatre (LT) Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jumat (26/04/2019).

Seminar kegiatan ini bertajuk “Merawat Generasi Sul-Sel Anti Narkoba Melalui Gerakan Mahasiswa” yang diisi oleh tiga pemantik juga Lembaga Anti Narkoba (LAN).

Ketua HMJ BPI, Ainun Nur mengatakan agar kiranya mahasiswa sebagai pemuda membangun bangsa dengan semangat anti narkoba.

“Agar kiranya mahasiswa sebagai pemuda maupun kaum intelektual bisa ikut berperan aktif dalam membangun bangsa dengan semangat anti narkoba,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asmanto Baso Lewa menjelaskan bahwa persoalan narkoba sudah ramai dan merajalela bagi anak muda.

“Jadi orang yang jujur dan melakukan hal-hal positif harus ditanamkan sejak dini. Tidak semuanya tentang kecerdasan, tapi akhlak lah kuncinya. Makanya, kami pemerintah Sulawesi Selatan sudah mulai menjaga persoalan narkoba mulai dari kalangan anak muda,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Brigadir Jendral Polisi Drs Idris Kadir menjelaskan bahwa masalah narkoba sudah ruwer dan sulit dibanding korupsi.

Kepala BNN juga menunjukkan Data dari KPAI mencatat dari 87 juta populasi anak sebanyak 5,9 juta diantaranya menjadi pecandu narkoba. Sedang, Sulawesi Selatan menduduki posisi ke 7 jumlah pengguna narkoba terbanyak pada tahun 2017.

“Upaya pemberantasan tidak menyelesaikan masalah, tapi bagaimana kita membangun karakter dan menggerakkan untuk jauh dari narkoba, salah satunya melibatkan elemen bangsa dalam penanggulangan narkoba,” jelasnya.

Sementara itu, Prof Sattu Alang berpesan agar penyuluhan diberdayakan dikalangan anak muda.

“Siswa dan mahasiswa masih umur besar rasa ingin tahu, dengan memberdayakan penyuluhan , bisa mencegah bertambahnya pengguna narkoba juga tanamkan terapi diri sendiri, bahwa kalian tidak mau menggunakannya,” pesannya.

Penulis: Viviana Basri
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami