Mahasiswa KKN Desa Sicini Gelar Kegiatan Kolaborasi Tiga Kampus

Facebook
Twitter
WhatsApp
Kegiatan Tablig Akbar dan Dialog Pendidikan yang diadakan oleh mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Makassar dan Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA), Sabtu (09/03/2019).

Washilah – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar angkatan 60 menggelar Tablig Akbar (Taba) dan Dialog Pendidikan (Didik) di Masjid Nurul Yakin Desa Sicini, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sabtu (09/03/2019).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan mahasiswa Pemantapan Profesi Keguruan (P2K) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar dan Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA).

Taba dan Didik sendiri adalah program yang diwujudkan merujuk pada penyampaian Kepala Desa (Kades) Sicini, Risal Saido SE saat menghadiri seminar program kerja Mahasiswa KKN UIN Alauddin.

Ia berpesan, agar kehadiran mahasiswa KKN di Sicini menjadi alarm dan motivasi masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Menanggapi hal itu, Koordinator Desa (Kordes) M Rijal B Akmal mengatakan, seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama proses KKN tidak lain dan tidak bukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai amanah undang-undang.

“Taba dan Didik sebagai penyegaran bagi masyarakat dalam hal pendidikan. Sesuai tema, ‘Meningkatkan kepedulian orang tua terhadap spiritual, intelektual dan moral demi mewujudkan masa depan yang cerah bagi generasi muda’, kegiatan ini untuk menjawab dan melaksanakan tridarma perguruan tinggi,” jelasnya.

Senada dengan itu, mahasiswa dari STIBA, Muh Nur Ilham Ramadhan mengatakan, melalui kegiatan ini, semoga masyarakat terutama dari kalangan orang tua semakin sadar akan pentingnya pengetahuan agama, akhlak dan pentingnya pendidikan bagi masa depan.

“Saya melihat masalah utama di Desa Sicini ini adalah pendidikan, misalnya banyak para anak-anak sudah tidak melanjutkan sekolahnya setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahkan Sekolah Dasar (SD). Kesadaran beragama juga jadi soal lain yang ada,” ujarnya.

Ilham berpesan, setelah terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa KKN bisa mengadakan kegiatan terkait melalui pembinaan secara intensif dan berkala.

“Bagusnya kalau dilakukan oleh mahasiswa secara berkala setiap tahunnya saat ada pelaksanaan KKN. Hal demikian membantu tenaga pendidik dan perangkat desa terkait untuk memajukan pentingnya pendidikan di Sicini,” tegasnya.

Penulis: Desi Monoarfa
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami