Demonstran Minta Rektor UIN Alauddin Makassar Lakukan Konferensi Pers

Facebook
Twitter
WhatsApp

Demonstrasi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar (Amuk) menggelar aksi lanjutan di depan pintu utama gedung Rektorat. Senin (25/03/2019)

Washilah-Mahasiswa kampus peradaban mengatasnamakan Aliansi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar (Amuk) mendatangi gedung Rektorat untuk melaksanakan aksi demonstrasi lanjutan, menuntut agar Rektor melukan konferensi pers terkait dugaan praktik jual beli jabatan di Lingkup Kementerian Agama, Senin (25/03/2019).

Aksi demo lanjutan ini ditengarai belum adanya respon dari rektor UIN Alauddin Makassar terhadap aksi demo sebelumnya (Jumat, 22/03/2019) selama 3×24 Jam.

Selaku jendral lapangan Amuk Aas dalam orasinya memaksa pihak Rektorat segera melaksanankan konferensi pers.

“Seharusnya segera dilaksanakan konferensi pers setelah ada pernyataan Mahfud MD, jangan hanya merespon di media online dengan mengatakan pernyataan Mahfud ngawur dan lewat WhatsApp lagi,” ungkapnya.

Tidak mendapat respon dari pimpinan massa kemudian memasuki gedung rektorat, barulah Kepala Bagian (Kabag) Akademik Irwan melakukan konsolidasi dengan mengajak mahasiswa membicarakan secara baik-baik.

“Kita bicara baik-baik dulu, baru adik-adik mahasiswa bertemu dan mendengar pernyataan Wakil Rektor I.”

Tidak lama setelah itu wakil rektor I Prof Mardan bertemu dengan mahasiswa menanggapi tuntutan yang dilayangkan. Prof Mardan mengatakan sebagai perwakilan Rektor dan Wakil Rektor III untuk bertemu dengan Mahasiswa, karena Rektor sedang tidak berada di tempat.

“Saya di sini sebagai perwakilan Pak Rektor dan Warek III karena beliau sedang berada di Halmahera dan Warek III berhalangan hadir,” tuturnya.

Wakil rektor I menanggapi tuntutan mahasiswa, mengatakan berjanji akan menyampaikan tuntunan mereka untuk segera melakukan konferensi pers.

“Saya di sini berkewajiban menyampaikan aspirasi adik-adik Mahasiswa kepada Pak Rektor,” jelasnya.

Namun Wakil Rektor I enggan menandatangani perjanjian pelaksanaan konferensi pers yang dijadwalkan pada hari Rabu, setelah Rektor kembali ke Makassar.

“Itu bukan kewenangan saya, disini kewenangan saya sebatas menyampaikan aspirasi kalian ke Pak Rektor,” ucapnya.

Penulis: Laras Ramadhani

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami