Pembukaan POROS Intim Sukses Digelar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Persembahan UKM Seni Budaya Esa dan kolaborasi dari beberapa Mahasiswa UIN Alauddin saat membentuk formasi "POROS INTIM" pada pembukaan POROS INTIM 2018, di Lapangan Kampus II UIN Alauddin Makassar. Senin (05/10/2018)

Washilah – Pembukaan kegiatan Pekan Olahraga, Riset dan Ornamen Seni (POROS) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Timur (Intim) mengusung tema “Merekat Silaturahmi, Meraih Prestasi, Memperkuat NKRI Menuju Kemandirian PTKIN Se-Indonesia Timur,” di Lapangan Kampus II UIN Alauddin Makassar. Senin (05/10/2018)

Rektor UIN Alauddin Makassar Musafir Pababbari, mengatakan sportivitas dan disiplin dikalangan mahasiswa harus ditumpahkan dan diguarkan.

“Karena tidak sepatutnya jika mahasiswa membunuh energinya untuk hal yang tidak produktif di saat mereka kuliah maka dari itu pada kesempatan berbahagia ini kami memberikan branding activity PTKIN Se- Indonesia Timur
dengan mengadakan kegiatan seperti ini,” ucapnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof Aisyah Kara berharap kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi.

“Mahasiswa, dosen dan pimpinannnya akan selalu berjaya dan mandiri dalam menggapai kesuksesan baik skala nasional maupun internasional dan inilah awal dari kesuksesan kita baik dalam bidang seni olahraga maupun riset,” ujarnya.

Lanjut, ia mengapresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat, yakni Ditjen Pendis, Rektor dan pembantu dekan, para dosen, dan mahasiswa serta para official.

Terkait hal itu, Direktur Jendral Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementrian Agama RI, Kamaruddin Amin mengatakan empat hal yang harus direvitalisasi.

“Dalam menghadapi era yang serba digital seperti sekarang ini yang menyebabkan terjadinya sejumlah distruksi-distruksi maka perlu adanya kesadaran dalam diri kita dengan merevitalisasi empat hal yaitu rasio, raga, rasa, dan ruh,” turunya.

Lanjut, ia mengatakan bahwa rasio merupakan pengembangan pengetahuan sains dan teknologi sedangkan raga ialah bagaimana kita meningkatkan literasi dan kompetensi dalam olahraga, adapun rasa yaitu signifikasi dari olah seni, olahraga, olah fikir,  dan ruh ialah spiritualitas yang merupakan kebutuhan yang harus terus diasa dan dikembangkan.

kamaruddin berharap kegiatan tersebut akan terus dikembangkan dan dibina.

“Bukan hanya dalam kepentingan lomba, tetapi pada hakikatnya adalah kepentingan untuk membangun SDM yang baik, sehingga mampu membangun manusia yang bermutu dan berkualitas dalam mengemban amanah,” tambahnya.

Penulis : Nur Qalbina Razak (magang)
Editor : St Nirmalasari

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami