Itu tak biasanya.
Resah, keramaian melamun tak bersua.
Gelap berpaling alur dibaliknya.
Meradang, seolah tangan membeku tiada arti.
Tertutup ruang dini hari.
Menghantui indahnya alam mu.
Setangkai niat tulus terjangkau
Langkah menggoreskan jejak demi jejak menuju pojok terakhir.
Titik dimana senja yang menyapa ketenangan warna.
Berdiri sendiri tanpa desir percik semesta.
Tersesat mengelilingi belantara bumi.
Mencari lalu menunggu kehampaan hilang.
“Memaknai antara mati akal atau mati rasa” dimensi tetap bernafsu.
Lalu Lupa Menyatu.
*Penulis merupakan mahasiswa semester IV jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)











