Dilantik Kembali, Status WR IV Tidak Lagi Menyalahi Statuta

Facebook
Twitter
WhatsApp
Prosesi pembacaan sumpah jabatan oleh rektor UIN Alauddin Makassar kepada Wakil Rektor, Wakil Direktur Pascasarjana pejabat eselon IV, Ketua dan Sekretaris Program Studi Pascasarjana sebagai pejabat baru lingkup UIN Alauddin Makassar. Berlangsung di Ruang Rapat Senat lantai VI Gedung Rektorat kampus II Samata. Jumat (23/02/2018)

Washilah – Setelah melakukan revisi statuta untuk memenuhi kebutuhan universitas, kini status Wakil Rektor (WR) IV bidang Kerja sama menjadi resmi setelah dilakukan pelantikan ulang oleh Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir Pababbari M Si yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai IV. Jumat (23/02/2018)

Jabatan WR Bidang Kerja sama dilantik tahun 2015 saat Prof Dr Musafir Pababbari M Si menjabat sebagai rektor UIN Alauddin Makassar. Saat itu, rektor menetapkan Prof Hamdan Johannis PhD sebagai WR IV dan dilantik bersama 45 pejabat lainnya. Namun, penetapan tersebut melanggar Statuta yang dikeluarkan Menteri Agama Nomor 20 tahun 2014 dimana rektor hanya bisa dibantu maksimal tiga wakil rektor.

Penetapan Wakil Rektor Bidang Kerja sama saat itu dinilai sangat dibutuhkan oleh universitas, dan telah diberi izin oleh Menteri Agama. Olehnya, Prof Musafir mengangkat WR IV tanpa statuta, dan tidak diberikan tunjangan fungsional. Akan tetapi kegiatannya mengurus bagian Kerja sama tetap ia jalankan meski tidak diberikan anggaran.

“Sahnya pembayaran itu kalau ada di statuta. Meski tanpa ada tunjangan, kegiatannya tetap dijalankan walaupun tidak ada anggarannya,” ujar Rektor saat ditemui di ruangannya.

Setelah dilakukan revisi statuta, kini WR IV di Lantik kembali sehingga telah resmi menjabat dan akan diberikan tunjangan sesuai dengan tupoksinya, dengan warta kerja di bidang
kerja sama dan pengembangan lembaga.

“Jadi WR I yang dulunya bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, kini hanya mengurusi Akademik saja. Sedang Pengembangan Lembaga diserahkan ke WR IV. Begitu pun dengan WR III yang dulunya di bidang Kemahasiswaan dan Kerja samanya, Kerja sama diserahkan juga kepada WR IV,  Prof Hamdan ini berat pekerjaannya,” tambah mantan dekan FUFP tersebut.

Setelah digelar prosesi kenegaraan berupa pelantikan secara resmi, Prof Musafir meminta kepada Wakil Rektor IV untuk menyeimbangkan kinerja dibidang Kerja sama dan Pengembangan Lembaga. Sehingga diharapkan tidak hanya berfokus pada bidang Kerja sama, terlebih kepada Kerja sama diluar negeri.

“Harus lebih gencar lagi walaupun periode saya menyisakan satu setengah tahun saja,” tutupnya.

Penulis: Fahrul Iras
Editor: Nur Isna

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami