Kajur IP: Pemberian Gelar Doktor HC Ke JK Sudah Relevan dengan Studi Sosiologi Agama

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Penganugrahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) di bidang Sosiologi Agama dari UIN Alauddin Makassar kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menuai berbagai pendapat. Salah satunya dari Ketua Jurusan (Kajur) Ilmu Politik (IP), Syarifuddin Jurdi.

Menurutnya, gelar Doktor HC dibidang Sosiologi Agama yang diberikan UIN Alauddin Makassar sudah relevan dengan studi sosiologi agama karena peran JK dalam resolusi konflik di Ambon, Poso, Aceh, Mindanao, maupun Rohingnya.

“Kayaknya gelar itu layak diberikan kepada Pak JK dengan mempertimbangkan peran beliau dalam resolusi konflik di Ambon, Poso, Aceh, konflik di Mindanao, maupun Rohingya. Itu merupakan peran yang sangat relevan dengan studi Sosiologi Agama,” terangnya.

Dia juga beranggapan, bahwa pemberian gelar Doktor HC kepada JK dalam bidang Sosiologi Agama sudah melalui proses dan kajian.

“Pemberian gelar Doktor HC kepada pak JK dalam bidang Sosiologi Agama sudah melalui proses dan kajian, khususnya peran beliau dalam bidang perdamaian dan resolusi konflik,” jelasnya.

Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa merupakan gelar yang diterima oleh JK untuk ke sepuluh kalinya setelah sebelumnya sudah banyak Perguruan Tinggi yang memberikan gelar tersebut kepadanya, antara lain;
1.Doktor Honoris Causa bidang entrepreneur dari Universitas Pendidikan Indonesia,
2.Doktor Honoris Causa dari Universitas Hasanuddin,
3.Doktor HC bidang perdamaian dari
Universitas Syiah Kuala Aceh,
4.Doktor HC bidang pemikiran ekonomi dan bisnis dari Universitas Brawijaya,
5.Doktor HC bidang kepemimpinan dari Universitas Indonesia,
6.Doktor Honoris Causa dari Universitas Andalas pada Bidang Hukum dan Pemerintahan Daerah.
7. Doktor HC dari Universitas Malaya, Malaysia 2007
8. Doktor HC dari Universitas Soka, Jepang 2007
9. Doktor HC dari Rajamangala University of Technology
Thailand 2017
10. Doktor HC dari UIN Alauddin Makassar dalam bidang Sosiologi Agama.

Penulis: Muhammad Junaedi
Editor: Nur Isna

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami