Maudu Lompoa Jadi Objek Praktikum Mahasiswa Aqidah Filsafat

Facebook
Twitter
WhatsApp
Foto rombongan peserta Prktikum di depan Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik setelah melakukan penelitian pada acara Maudu Lompoa yang di dilaksanakan di desa cikoang kabupaten Takalar. Minggu, (17/12/17).

Washilah-Maudu Lompoa yang berarti Maulid Besar sebagai puncak peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, yang dilaksanakan di Desa Cikoang, Kec. Mangarabombang, Kab.Takalar, menjadi objek praktikum mahasiswa semester lima Jurusan Aqidah Filsafat, Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) UIN Alauddin Makassar. Minggu, (17/12/17).

Ketua Jurusan Aqidah Filsafat Dr Darmawati mengatakan, mata kuliah yang diterima oleh mahasiswa Jurusan Aqidah Filsafat memiliki relevansi dengan tradisi Maudu Lompoa di Cikoang tersebut.

“Pratikum Itu disesuaikan dengan mata kuliah kita, karena mahasiswa Aqidah Filsafat belajar Tasawuf dan Tarekat, jadi apa yang mahasiswa dapatkan di mata kuliah itu, bisa diterapkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Pewaris Tradisi Maudu Lompoa, Kareng Opu menjelaskan, dalam perayaan ini masyarakat dari berbagai daerah berkumpul di Desa Cikoang dan sekitarnya mengarak julung-julung atau replika perahu yang dihias beraneka ragam kain, sarung dan kebutuhan pokok seperti telur dan beras ketan untuk dipamerkan di tepi sungai Cikoang lalu dibagikan kepada masyarakat. Hal itu sebagai bentuk sedekah masyarakat yang merayakan Maudu Lompoa.

“Jadi yang merayakan Maudu Lompoa itu bukan hanya orang Takalar, ada juga orang Samarinda, orang Buton dan banyak kemudian berkumpul disini membuat julung-julung sebagai bentuk rasa syukur, dan membangun silaturahim,” ucapnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Akademik Drs Ibrahim M Pd mengatakan, mahasiswa Aqidah Filsafat dalam praktikum Maudu Lompoa, dapat melihat aspek akademik dengan pendekatan Teologi dan Filosofi.

“Jadi parktikum ini ada dua prodi, prodi ilmu Aqidah dan prodi Filsafat Agama, masing-masing melihat dari aspek akademik dengan pendekatan Teologi kalo Ilmu Aqidah. Kemudian dari filsafat melakukan pendekatan Filosofis, maksudnya melihati nilai-nilai yang terkandung di acara Maudu Lompoa baik filosofisnya dan teologisnya,” ungkapnya.

Salah seorang peserta Praktikum Muh Yasin Ceh Nur mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, Maudu Lompoa merupakan benteng dari pengaruh budaya luar yang tidak islami.

“Praktikum di Cikoang sangat menarik, mudah-mudahan hasil penelitian Maudu Lompoa bisa bermanfaat bagi orang yang membacanya nanti,” ucapnya yang juga merupakan Ketua tingkat Filsafat Agama.

Penulis: Muhammad Fahrul (Magang)
Editor: Erlangga Rokadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami