Alumni Washilah Terpilih Jadi Komisioner KPID Sulsel Periode 2017-2020

Facebook
Twitter
WhatsApp
Hasil perhitungan suara pemilihan Komisioner KPID Sulsel di Gedung DPRD Sulsel. Jum'at (06/01/2017)

Washilah—UIN Alauddin Makassar patut berbangga, pasalnya dari hasil seleksi calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel yang dilakukan oleh Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel pada Jum’at (06/01/2017) kemarin, dua dari tujuh nama terpilih merupakan alumni dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informatika Mahasiswa Alauddin (LIMA) Washilah.

Dua alumni UKM LIMA Washilah yaitu Waspada Santing dengan perolehan 11 suara dan Herwanita 13 suara.

Herwanita sendiri merupakan satu-satunya perempuan terpilih Komisioner KPID Sulsel. Menurut Herwanita, poin pentingnya adalah bagaimana mangawal dan mengawasi konten lokal pada Sistem Siaran Jaringan (SSJ), konten siapan yang sensitif gender atau pemberdayaan perempuan dan anak, independensi lembaga penyiaran pada saat momen Pilkada 2017 dan Pemilu serentak 2019.

Lanjut, ia juga merencanakan bagaimana mewujudkan demokratisasi penyiaran di Sulsel, dengan mendorong beragam isi siaran dan mendorong tumbuhnya keberagaman kepemilikan serta penguatan lembaga KPID.

Sementara Waspada Santing menjelaskan, ada tiga elemen yang menentukan fungsi KPID dalam memfasilitasi penyelenggaraan penyiaran, supaya frekuensi yang menurut Undang-Undang (UU) tersebut sebagai miliki negara bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Ketiga bidang tersebut yaitu Bidang fasilitasi perizinan, Bidang pengawasan isi siaran, dan Bidang Kelembagaan yang menyusun aturan-aturan,” tuturnya ketika diwawancarai oleh Reporter Washilah. Sabtu (07/01/2017).

Sebagai alumni sekaligus pendiri UKM LIMA Washilah, Waspada berpesan agar Washilah yang  didedikasikan sebagai wadah pembinaan untuk mahasiswa yang mau dan punya minat di dunia jurnalistik bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Saya kira jika adik-adik mau jadi wartawan besar itu harus jaga integritas kita, bagaimana kita bukan menjadi alat kepentingan kelompok manapun, tapi sesuai dengan elemen jurnalistik yang pertama yaitu berpihak pada kebenaran,” jelasnya.

Pimpinan Umum (Pimum) UKM LIMA Washilah Sahi Al-Qadri mengatakan, ini adalah sebuah kebanggan untuk UKM LIMA Washilah. Hal tersebut menjadi penegasan bahwa selain wartawan profesional, alumni Washilah siap bersaing dimanapun.

Penulis : Nur Isna

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami