Surat Edaran Pembatalan Wacana Parkir Berbayar Diduga Palsu

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi | Int

Washilah–Wacana parkir berbayar yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat menuai pro dan kontra. Terbaru, beredar surat pemberitahuan mengenai pembatalan penerapan program parkir berbayar yang justru diduga palsu.

Surat pemberitahuan tersebut beredar di beberapa Fakultas antara lain Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Berikut isi surat pemberitahuan pembatalan tersebut:

Hasil Rapat Pimpinan (Rapim) nomor UN.02106/Ap.00/ /2016 tentang pembatalan penerapan program parkir berbayar yang dilakukan PT. Autoparking Indonesia dan Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) dalam ruang lingkup kampus UIN Alauddin Makassar.

Hasil Rapim Universtias serta dalam rangka perwujudan kampus peradaban terhadap respon civitas akademika UIN Alauddin Makassar, maka dari itu memberitahukan bahwa:

1. Civitas akademika dari masing-masing Fakultas secara prinsipil menolak sistem penerapan parkir berbayar
2. Diduga adanya komersialisasi pendidikan dalam penerapan parkir berbayar dalam kerjasama Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) dan PT. Autoparking Indonesia
3. Demi menciptakan kondusifitas dan stabilitas keamanan dalam ruang lingkup UIN Alauddin Makassar atas berbagai rencana aksi unjuk rasa terhadap tuntutan penolakan parkir berbayar.

Namun, setelah dikonfirmasi kepada Kepala Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) Syamsul Qomar, selaku pihak yang diamanahkan oleh pimpinan guna sosialisasi, justru mengaku tak tau menahu perihal adanya surat pembatalan.

“Saya tidak tahu bahwa ada pembatalan,” tegasnya. Kamis (10/11/2016)

Hal senada disampaikan Kepala Humas Harianto, bahwa tidak ada surat yang dikeluarkan pada Rabu (09/11) kemarin.

“Surat ini juga tidak punya nomor yang lengkap,” ungkapnya.

Terlebih katanya, aturan penulisan nomor surat yang beredar salah, baik tanda tangan maupun stempel yang diduga di-scan.

Penulis: Nur Isna dan Erlangga Rokadi
Editor: Fadhilah Azis

 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami