Seminar Nasional “Penistaan Agama”, MUI Sulsel Beri Apresiasi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dari kanan ke kiri, Guru Besar Perbandingan Agama UIN Alauddin Prof Dr Samiang Katu, M Ag (Islam); disampingnya Sekretaris Umum MPH PGIW Sulselbar Pdt. Marthinus Palebangi S PAK, S Th (Protestan); disampingnya lagi Ketua Generasi muda Khonghucu Erfan Sutono, S Ft, Physia M H  (Khonghucu); selanjutnya ada Wakil Ketua WALUBI Sulsel Ir Yonggris, MM (Budha); disampingnya ada Ketua Makassar Internasional Peace Generation Drs Danial Feri Mangin (Kristen Advend); disampingnya lagi perwakilan Akademi Makassar Darmawansyah (Hindi); dan pemateri selanjutnya  Skretaris Keuskupan Agung Makassar Pastor Paulus Tongli, MA Phil, dan dipandu oleh Moderator Syamsul Arif Galib MA (kiri ujung).

Washilah– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) Mengadakan Seminar Nasional dan Dialog Lintas Agama. Dialog tersebut berlangsung di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar. Selasa (29/11/2016).

Seminar nasional yang mengusung tema “Penistaan Agama Dalam Perspektif Agama-Agama”, tersebut bekerjasama dengan Makassar Internasional Peace Generation (MIPG).

Menghadirkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan (Sulsel), Lembaga Kemahasiswaan (LK), para tokoh agama, pengurus dan pejabat organisasi eksternal UIN Alauddin Makassar.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel sekaligus Dewan Pembina Makassar Internasional Peace Generation (MIPG) Prof Dr Muh Ghalib MA, dalam sambutannya mengatakan, tentu saja sebagai unsur pimpinan MUI Sulsel memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Harapannya, berdialog membawa kedamaian dan harmonisasi dalam keragaman, sekarang perlu dirumuskan hukum dalam konteks Indonesia yang dimaksud dengan penistaan agama agar terhindar dari hal tersebut,” tuturnya.

Senada dengan Muh Ghalib, salah satu perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Dr Burhanuddin Yusuf M Ag menuturkan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya dialog tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi acara ini, sebenarnya salah satu tugas pokok dari FKUB yakni melakukan dialog,” pungkasnya.

Lebih lanjut Burhanuddin mengatakan, sebagai pemilik bangsa generasi muda harus berkomitmen dalam  perdamaian, dengan itu Indonesia kedepan tidak akan menjadi Irak, Suriah, Mesir seperti halnya yang ditayangkan di televisi.

Selain itu, Wakil dekan (Wadek) III Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik Dr Abdullah Thalib M Ag mengatakan, dialog penistaan agama adalah dialog dengan kasus terbesar sejak tahun 2009.

“Sehingga patut diberikan apresiasi terhadap jurusan Perbandingan Agama, selain itu Fakultas Ushuluddin mengembangkan tongkat perdamaian untuk Sulawesi selatan,” tutupnya.

Penulis: Nurjannah

Editor: Afrilian C Putri

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami