Jelang KPDI, Quraisy Mathar: Cara Pikir Kita Harus Digitalisasi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sesi foto panitia KPDI 9 bersama Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo saat melalukan audiensi di Rumah Jabatannya Jl. Jendral Sudirman, Rabu (02/11/2016).

Washilah– Dalam menghadapi masa transisi orientasi layanan pemustaka dari Digital Immigrant ke Digital Native, Makassar menjadi tuan rumah Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) 9. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Hotel Singgasana Makassar, pada 8-11 November 2016 mendatang.

Dalam hal ini, pengelola dari berbagai jenis perpustakaan, Pustakawan dan tenaga kerja Perpustakaan di perpustakaan umum, khusus dan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, pengajar, dan mahasiswa ilmu perpustakaan dan ilmu informasi penerbit perusahaan penyedia informasi (information providers), seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) bisnis multimedia, sebelumnya telah mendaftarkan diri kepada panitia pelaksana.

Topik yang akan dibahas dalam KPDI ini seperti perubahan paradigma pemanfaatan perpustakaan dari entropi ke open akses, perubahan orientasi pengembangan perpustakaan Go Mobile, Go Sosial dan individual focus, eksistensifikasi layanan perpustakaan digital melalui cloud computing.

Kepala Unit Perpustakaan Quraisy Mathar berharap agar kita semua mampu menyesuaikan diri menghadapi era digitalisasi ini.

“Harapan saya, cara berfikir kita juga harus digitalisasi. Agar tidak percuma perpustakaan kampus atau pemerintah menyiapkan sarana-sarana digital kalau kita semua belum mampu menggunakan dan menyesuaikan diri,” jelasnya mantap. Rabu (02/11/2016).

Selain itu, KPDI 9 diharapkan akan menjadi sarana berbagai saran dan masukan mengenai transformasi perpustakaan digital diera digital natives baik dari sisi teknis maupun paradigma pustakawan dan pengguna.

Penulis: Nur Asma/Eka Reski Rahmiati

Editor: Afrilian C Putri

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami