“Namaku Iqbal” Catatan Kecil oleh RW Idrus

Facebook
Twitter
WhatsApp
Gambar ilustrasi. alwaasit.com

Namaku Iqbal…
Aku berumur 7 Tahun.
Namaku Iqbal..
Aku anak yang lucu kata orang-orang.
Namaku Iqbal..
Aku anak semata wayang dari seorang janda.
Namaku Iqbal..
Karena ibuku sendiri mencari nafkah, aku harus berpisah.
Namaku Iqbal…
Aku dititip oleh seorang laki-laki.
Namaku Iqbal…
Iqbal Namaku….

Saya Iqbal..
saya tak tak lagi selucu dulu..
saya Iqbal….
Saya tak lagi mengenal kata senyum, apalagi tawa…
Saya Iqbal..
saya tak lagi bisa berjalan dan menggenggam Normal…
Saya Iqbal…
saya kini hanya bisa berbahasa isyarat karena lidahku dipotong..
saya Iqbal…
saya… saya… saya……. membedakan pagi dan malampun inderaku sudah tak mampu…
Iqbal,, Iqbal…Iqbal…..!!!

teriakan itu, suara itu, gertakan itu…. telingaku telah peka dengan nada tinggi.
Hantaman, tendangan, tonjolan, bahkan gigitan menjadi saksi disekujur tubuh kecilku.
Takut…. takut….. dan takut…

keringat dingin disertai kencing setiap hari kulewati di sudut-sudut kota Besar….
Lari???? sampai dimana batasku akan berlari dengan kedua kaki yang pincang… bersembunyipun tak ada yang mau menyembunyikanku darinya….

terkeok…. lemah… lapar…. tangispun tak akan dimengertinya.
UANG…UANG….UANG…. bahasa itu lumrah sudah ditelingaku. bagaimana mungkin aku bisa mencari benda itu dalam keadaan tak berdaya ditengah-tengah pusaran kota??

oh,,,, Sakitttttttttttt….. !!!! ternyata penderitaaku belum lengkap dibuatnya,,,
hampir setiap malam aku harus melayani nafsu bejatnya lewat lubang dubur…
Kejammmm… yah,, bagimu mungkin tidak akan percaya anak seusiaku harus menanggung semuanya,,, tapi inilah fakta yang kurasakan selama hidup dijalan, orang kepercayaan ibuku yang menoreh catatan hitam dalam hidupku….

Adillllllllllllll….. Bahagia…… apakah sama dengan makan Cokelat, es Cream, permen, puding, serta makanan-makanan yang digemari anak-anak seusiaku….

Entahlah…. bahkan hukuman 15 Tahunpun untuknya aku tak paham seberapa lama itu. yang mengerti hari ini sakit, takut, mimpi buruk serta trauma berat yang harus kutanggung seumur hidup….

Lantas, Adil Tuhan dimana? adil Pemimpin Negeri ini mana? kapan bahagia itu Tuhan Berikan? kapan Presiden bisa mensejahterakan orang-orang keci sepertiku, seperti anak-anak lain yang masih hidup dibawah tekanan ibu kota di pelosok Negaraku??

“NANTI, ADIL DAN BAHAGIA ITU SEMENTARA KUPINJAM DARIMU DAN AKAN KUBERIKAN NANTI KETIKA DI SYURGA!!!” bisik Tuhan……..

Catatan Kecil oleh RW Idrus

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami