Rumah PeKa: Menuju Aksi Nyata

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah Online–Potret Anak Jalanan di Indonesia, khususnya di Kota Makassar merupakan gambaran ironi kemiskinan dan keterbelakangan Republik yang berjuang mati-matian lepas dari tangan bangsa kolonial yang menjajah negri ini. Entah sudah berapa kali kita merayakan upacara hari kemerdekaan setiap tanggal 17 agustus itu. Akan tetapi, makna kemerdekaan sepertinya masih berlari meninggalkan sebagian besar rakyat Indonesia. Terlebih di daerah perkotaan seperti Kota Makassar yang mengkampanyekan take line; “Makassar Menuju Kota Dunia” ternyata masih jauh dari mimpi kota berperadaban tersebut. Problematika Anak Jalanan di Kota Makassar merupakan sebuah amanah dan tanggungjawab yang sampai saat ini belum diselesaikan baik oleh pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. Anak Jalanan seolah menjadi “aib” bagi pemerintah kita di mata dunia Internasional, karena tidak sesuai dengan semua data dan statistik indeks kemajuan ekonomi yang setiap hari digembar-gemborkan pemirintah baik pusat maupun daerah.

Oleh karena itu, perlu sebuah usaha nyata tanpa harus menunggu pemerintah dengan alat kekuasaannya untuk menyelesaikan masalah ini. Peran serta masyarakat, terlebih generasi muda pemilik sah republik ini untuk menyelamatkan masa depan anak-anak yang terlahir, tumbuh berkembang, dan hidup dalam kondisi ekonomi dan situasi yang sulit. Yang harus diingat adalah Anak Jalanan juga pemilik sah republik ini. Dan tanggung jawab kita semua untuk melakukan sesuatu yang bisa kita lakukan dalam usaha-usaha nyata menyelamatkan anak bangsa tersebut.

Komunitas Rumah PeKa mencoba untuk berbuat sesuatu semampu dan semaksimal yang dapat dilakukan oleh para anggota (Pekerja sosial) untuk dapat bermanfaat bagi usaha-usaha mencerdaskan anak bangsa. Ini adalah tugas kita sebagai generasi muda yang menikmati berkah kemerdekaan Republik Indonesia.

[Kegiatan Rumah Peka Hari Minggu ini 21/04/2013]

 
Penulis: Abdurrahman SHi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami