Bakal Calon Gubernur Sibuk “Obral” Janji

Facebook
Twitter
WhatsApp
Oleh Rahmawati

Pesta demokrasi lima tahunan pemilihan gubernur (pilgub) periode 2013-2018 di Sulawesi Selatan (Sul-Sel) memang belum dimulai. Namun, hiruk pikuk kehidupan masyarakat sudah diwarnai dengan suasana perpolitikan. Betapa tidak, para bakal calon gubernur sudah jau-jauh hari menyiapkan berbagai strategi dan jurus-jurus jitu untuk menarik perhatian masyarakat agar memilihnya. 

Di berbagai acara formal maupun non-formal, mereka sibuk “obral” janji, dengan visi dan misi yang meyakinkan untuk kesejahteraan hidup masyarakat Sul-Sel kedepan.

Sejauh ini memang sudah ada dua bakal calon (balon) gubernur yang memantapkan diri siap untuk bersaing pada 2013 mendatang. Mereka adalah pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Abdul Aziz Kahar Muzakkar atau biasa disingkat (IA), serta balon lainnya Sahrul Yasin Limpo (SYL) yang sampai saat ini masih bungkam mengenai siapa yang akan mendampinginya memimpin Sul-Sel lima tahun kedepan.

Mengusung take line “ Don’t Stop Komandan”, incumbent SYL kembali diusung sebagai calon dan siap melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan pada masa pemerintahannya yang pertama. Ia pun menjadi semakin percaya diri memenangkan pemilu ini.

Apalagi setelah lembaga konsultan pencitraan publik yang didirikan Lembaga Survey Indonesia (LSI) , Citra Publik Indonesia (CPI) sebagaimana dilansir Tribun-Timur.com mengatakan, incumbent gubernur SYL akan menang telak di tujuh daerah pemilihan saat pilgub nanti. Survey tersebut berlangsung september 2011 dan maret 2012.

Bakal calon yang lain pun tak tinggal diam. Dengan semangat barunya pasangan Ilham-Aziz terus melancarkan “serangannya”. Ilham di beberapa kesempatan mengkritik program pendidikan dan kesehatan gratis. Menurutnya, pendidikan dan kesehatan gratis bukanlah program Sul-Sel. Ia juga mengatakan pendidikan gratis tidak berhasil lantaran angka buta aksara Sul-Sel masih berada di level ketiga tertinggi di Indonesia, sementara program kesehatan gratis juga dinilai tidak berhasil karena masih banyak pasien miskin yang ditolak rumah sakit.

Tak pelak pernyataan Ilham di media itu menimbulkan kekecewaan dari pendukung SYL, lima orang aktivis Gowa berkunjung ke kantor Tribun guna memprotes berita tersebut. Mereka juga balik mengkritik Ilham terkait dengan 10 tahun kepemimpinan Ilham sebagai walikota Makassar, dinilai tidak berhasil mengatasi banjir. 

Apapun itu ini hanya bagian dari sandiwara politik, yang terpenting bagaimana menarik perhatian masyarakat dengan janji-janji yang telah disusun indah dalam visi dan misi, siap ditabur agar dapat menghasilkan popularitas di kalangan masyarakat. Kini kita tunggu saja seperti apa babak selanjutnya pertarungan itu. Apakah masyarakat Sul-Sel sudah cerdas menentukan pilihan untuk pemimpinnya, ataukah masih gampang dibodoh-bodohi dengan janji. Sebab sejatinya, pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang tak hanya sukses menabur janji, tapi juga sukses merealisasikan aspirasi rakyat baik yang di tampung di “rumah rakyat” maupun yang diangkut “kapal induk”.


  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami