Aspirasi atau aspirasi

Facebook
Twitter
WhatsApp

Masa orde baru memang sudah lama berlalu dengan lengsernya sang Pemimipin yang otoriter yakni soeharto, pada masa itu memang menjadi masa – masa kelam bagi rakyat Indonesia. Pagi mengeluarkan aspirasi dengan turun ke jalan atau lewat tulisan,pada malam harinya kita was – was karena anjing – anjing pemerintah mencari siapa yang memprotes ataupun membangkang  apa yang menjadi kebijakan dari pemerintahan orde baru, peristiwa G 30 S/PKI mungkin segelintir kejadian yang mewakilinya. Tidak dapat dipungkiri segala kebebasan serba dibatasi dan masyarakat kita cendrung menutup rapat – rapat hati yang gelisah dengan kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintahan, lebih mencari aman daripada nyawa jadi taruhannya. Hak – hak menyatakan pendapat dan aspirasi untuk mengawal kebijakan yang di keluarkan tidak di sediakan wadah untuk menampungnya. Tidak hanya itu pemerintah pada masa itu menyuburkan proses KKN yang hingga saat ini masih menjadi penyakit  kronis yang sulit untuk disembuhkan dan  diidap oleh berbagai lini lembaga pemerintahan pusat maupun daerah. Itu mungkin mewakili apa yang terjadi dari rentetan peristiwa – peristiwa pada masa orde lama.

Kini kita menabuh gendrang reformasi, membuka kran reformasi di mana segala aktivitas serba bebas sesuai yang tertuang dalam UU HAM dan  konstitusi yang mengaturnya. Masa di mana segala serba transparan dan kebebasan kita mengawal kebijakan – kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah. Ketika ada pejabat pemerintahan yang berbuat atau menyelewangkan uang Negara ( korupsi ) maka akan cepat diketahui bahwa pejabat yang bernama ini diindikasi telah melakukan korupsi. Inilah dampak yang kita rasakan dari era reformasi yang dulu sangat di idamkan oleh para mahasiswa.
 Demikian halnya dengan demonstrasi yang di gadang –gadang menjadi kegiatan yang membawa hak – hak rakyat menuntut pemerintah atas kebijakan yang dikeluarkan. Turun kejalan berorasi, menutup jalan, bakar ban, tebarkan spanduk yang berisi penolakan kebijakan, membuat jalan macet dan menghadang truk – truk yang sedang melintas serta terkadang berbuat anarkis. Kegiatan tersebut mungkin menjadi pemandangan atau selalu kita temui ketika para mahasiswa melakukan aksi demonstarsi.  Kegiatan yang demikian itu sudah sangat lekat dengan mahasiswa, setiap ada demonstrasi yang dilakukan masyarakat pasti sudah tahu bahwa mahasiswa sedang berdemonstrasi.
Dari segi kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa dapat dinilai dari segi positif dan negatifnya. Penulis beranggap bahwa demonstrasi itu sangat baik apalagi itu membawa hak – hak rakyat untuk di perjuangkan, di bela dan tak membiarkan pemerintah menginjak – injak hak ataupun mendzalimi rakyatnya. Niat dari mahasiswa untuk itu sungguh merupakan perbuatan yang mulia dan wajib di dukung. Sebagai golongan tengah atau menjadi washilah bagi masyarakat dan pemerintah, Idealisme kita sebagai mahasiswa sungguh ditantang untuk menjawab polemic yang terjadi di tengah – tengah  masyarakat. Apakah kita mampu menjaga dan mempertahankan Idealisme kemahasiswaan kita?. Atau malah menjual idealisme kita dengan harga yang murah.  Sungguh ironi kita tak bisa membedakan mana mahasiswa yang benar – benar berjuang atas nama rakyat dan mana mahasiswa yang ingin mencari sensasi  sekedar numpang eksis di media cetak ataupun elektronik.
Terlepas dari segi positif yang dipaparkan demonstrasi juga menuai reaksi negativ dari kalangan masyarakat. Kita sungguh berada dalam keadaan yang dilematis, ketika kita diam atau pasif dengan kebijakan yang di buat oleh pemerintah hak – hak rakyat terinjak begitu saja dan begitu pula ketika kita turun kejalan memperjuangkan aspirasi – aspirasi bukannya mendapat simpati malahan menuai antipati dari masyarakat . “ bangkit melawan atau tertindas “
Sadarkah kita bahwa  dengan apa yang kita perbuat dengan turun ke jalan mengahadang jalan, tanyakan ini pada diri kita yang suka dengan demonstrasi
–          Sadarkah kita apa yang kita lakukan itu merampas secara paksa hak – hak masyarakat.
–          Apakah turun ke jalan merupakan hal yang harus di kedepankan dan konsilidasi diabaikan begitu saja.
–          Sadarkah kita apa yang kita lakukan bukannya mendapat dukungan masyarakat malah mendapat cercahan dari masyarakat karena menganggu ketertiban masyarakat.
–          Sadarkah kita berorasi di tengah jalan bisa saja orang yang meninggal ketika orang itu sangat  membutuhkan pertolongan medis atau seorang ibu yang ingin melahirkan terpaksa di dalam ambulans atau angkutan umum melahirkan anaknya sedang kita asyik – asyiknya berteriak yang katanya mewakili rakyat dalam menyuarakan haknya.
–          Sadarkah kita bahwa apa yang benar – benar kita perjuangankan murni atau kemauan dari rakyat itu sendiri ataupun kita tidak sadar bahwa kita sedang di manfaatkan oleh segelintir orang – orang yang tak bertanggung jawab.
–          Sadarkah kita apa yang kita lakukan sama halnya mendzalimi rakyat dengan menutup jalan dan mengambil paksa hak mereka.
–          Sadarkah kita separuh atau sedikitnya  orang – orang yang katanya berjuang atas nama rakyat itu adalah orang – orang yang notabene  prestasi akademiknya anjlok ataupun mahasiswa yang di DO dari universirtasnya bahkan yang lebih mencengankan adalah preman – preman yang bertameng mahasiswa.
–          Sadarkah kita unjuk rasa sebenarnya memurnikan kita sebagai MAHASISWA seutuhnya Pelajar tertinggi yang patut jadi teladan dan panutan  tapi ketika kita mengambil hak masyarakat, semuanya tercoreng atau bahkan yang lebih mencegangkan kita disebut sama dengan tukang penarik becak. Di mana kewibawaaan seorang MAHASISWA.
–          Sadarkah kita bahwa membakar ban di jalan kita ikut menyumbang kerusakan Bumi secara langsung atau apa yang disebut Global Warming.
–          Sadarkah kita apa yang kita lakukan dengan merusak fasilitas – fasilitas umum sama saja kita merugikan diri kita sendiri karena uang kita yang dipakai untuk membangun fasilitas – fasilitas umum.
–          Sadarkah kita apakah kita tidak kasihan terhadap orang tua kita yang menyekolahkan kita sampai perguruan tinggi namun kita mencoreng dengan berbuat yang tidak diinginkan oleh orang tua kita yakni berbuat anarkis ataupun merusak fasilitas – fasilitas umum. Yakin dan percaya orang tua kita menyekolahkan kita tujuannya untuk memanusiakan Kita.
kini mahasiswa harus lebih kreatif dan memutar otak untuk mencari cara lain untuk menyuarakan aspirasi yang benar – benar pro rakyat dengan cara yang lebih efektif dan tidak menganggu ketertiban masyarakat serta tidak lagi merebut hak – hak rakyat. pun hasil demonstrasi yang kita lakukan tidak menghasilkan apa – apa, aspirasi kita tidak didengarkan dan ditanggapi, pemerintah hanya menutup mata dan telinga mereka. Tak dapat dipungkiri bahwa Indonesia kini masih dalam proses ataupun masa pembelajaran system Demokrasi yang notabena baru kurang lebih 14 tahun berjalan, namun kita sebagai Mahasiswa ataupun buruh harus mencari solusi yang lebih mengigit agar aspirasi – aspirasi kita didengar.
Sebagai Kaum yang intelektual dengan melihat kondisi realitas yang ada, alangkah baiknya mencarikan  solusi atau alternatif bagaimana memecahkan permasalahan yamg timbul dalam masyarakat. Contohnya  dengan menyiasati ketiks adanya kenaikan BBM ( Bahan Bakar MInyak ),  masyarakat kita sungguh sangat bergantung dengan BBM khususnya jenis  Premium. Hal ini pun haarus dicarikan sebuah problem solving ( Pemecahan masalah ), di berbagai daerah telah menemukan alternatif pengganti BBM dengan gas elpiji pemanfaatan gas elpiji untuk bahan bakar perahu milik nelayan yang sebelumnya menggunakan Solar kini menggunkan Gas elpiji, sepeda motor yang mengunakan bahan bakar gas, singkong sebagai bahan bakar untuk menjakankan mesin dalam sebuah pabrik dan pemanfaatan tinja yang di olah sehingga menjadi gas lalu dialirankan ke rumah – rumah warga dan dimanfaatkan untuk memasak. Tentunya sebagai orang berintelektual ketika   kita jeli melihat akan hal itu dan bagaimana kita berusaha mengembangkannya di daerah kita, hal ini tentu akan lebih baik ketimbang kita berorasi di tengah jalan serta menutup jalan serta merusak fasilitas umum.


  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami