Komunitas Menjadi Tempat Pengembangan Kreativitas Mahasiswa

Facebook
Twitter
WhatsApp
Washilah–  Banyaknya komunitas yang bermunculan di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar  dianggap menjadi wadah untuk pengembangan kreativitas mahasiswa.
 Mahasiswa bisa lebih mudah menggali kreatifitas sesuai bakat dan minat yang dimilikinya. Mahasiswa  juga berhak memilih dimana mereka ingin berproses . Salah satunya komunitas yang baru launching  20 februari lalu s.
Dengan nama Creativity of science communication (Cross on). Komunitas ini merupakan salah satu komunitas yang dibentuk oleh para mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi(FDK) .
Menurut  ketua  cross on, Herman, komunitas ini sebenarnya telah digagas mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2008 , tetapi keberadaannya  belum banyak diketahui.
“Maka dari itu kita dari mahasiswa ilmu komunikasi memiliki ide untuk menghidupkan kembali cross on. Cross on itu terbagi menjadi dua bagian yaitu art (seni) bagi mahasiswa yang menyukai atau berminat menari , ada sastra, fotografi , desain grafis, dan sport (olahraga). Kami disini hanya bisa menampung dan mengarahkan kreatifitas mahasiswa ilmu komunikasi,  papar mahasiswa ilmu komunikasi semester enamitu.
Tuti salah satu mahasiswa jurusan ilmu komunikasi semester empat  menambahkan cross on diibaratkan hanya sebuah wadah mahasiswa jurusan ilmu komunikasi  untuk bebas berekspresi dan komunitas ini  dikhususkan  untuk mahasiswa jurusan ilmu komunikasi saja.
Selain Cross on, komunitas lain yang banyak menyumbang prestasi khususnya di bidang Fotography dan Desain Graphisadalah PIXEL.  Pendiri PIXEL, Hasman Syahran Fattah yang biasa dipanggil Hasyaf mengatakan, banyaknya komunitas yang terbentuk saat ini menunjukkan banyaknya mahasiswa yang berminat untuk mengembangkan bakatnya.
 “  PIXEL itu bertujuan mengembangkan, meningkatkan penggetahuan, kemampuan , keterampilan, dan kewirausahaan pada anggotanya dibidang desain grafis dan fotografi.  Walaupun sampai saat ini PIXEL  hanya sebagai komunitas, saya berharap  keberadaan PIXEL ini bisa dipertimbangkan menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni Photografydan desain grafis”, tambahnya.
Meski demikian hadirnya berbagai komunitas Mahasiswa di UIN  dinilai akan membawa dampak terutama di UKM SB Esa yang selama ini dikenal sebagai tempat menyalurkan bakat seni  dan budaya Mahasiswa.
 Namun, hal tersebut ditanggapi santai ketua UKM SB Esa, Abdul wahid karim. Menurutnya, adanya komunitas yang bermunculan sekarang ini tidaklah menjadi masalah , tapi justru merupakan tantangan untuk semakin kretif.
ini juga merupakan tantangan buat teman-teman  di UKM supaya magnet kita semakin kuat karena yakin dan percaya berbagai macam perbedaan yang terbangun atau lawan tanding itu kita malah semakin jauh lebih kreatif dan orientasi Esa dengan komunitas-komunitas itu berbeda karena Esa memiliki ciri khasnya yaitu pengembangan seni dan budaya “, tuturnya.
Menjamurnya komunitas  juga  diharapkan  akan menjadi wadah yang dapat menampung para mahasiswa tidak hanya mampu secara akademik di dalam kelas, juga mampu berkreasi dan berekspresi dengan menuangkan beragam ide-ide kreatif atau menyalurkan bakat melalui komunitasnya masing-masing .
Juga berdampak baik bagi universitas karena dianggap akan menjadikan mahasiswa lebih berani berkreasi dan semakin kreatif. (*)

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami