Kementerian Agama dan Gubernur Beri Bekal 1.678 Mahasiswa KKN UIN

Facebook
Twitter
WhatsApp

Kamis, 23 Februari 2012 | Suryani Musi
Pemasangab baju almamater UIN oleh Gubernur SYL
Washilah Online-Angkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-47 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dihadiri oleh Kementrian Agama Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Pelepasan KKN umum tersebut terpusat di gedung Auditorium kampus II Samata Gowa, Kamis (23/12/2012).
Pembekalan KKN yang berlangsung selama tiga hari. Di hari pertama, sejak pukul 07.30 ribuan mahasiswa berjubel di gedung Auditorium untuk mengadakan pelepasan. Materi awal sebelum pembukaan diambil alih oleh Drs H Alimuddin Tahir, pencipta lagu KKN UIN. Ia membimbing peserta KKN untuk belajar menyanyikan sejumlah lagu KKN yang ada pada buku panduan KKN.
Materi lain  kemudin masuk. Mantan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan yang telah menjabat Kementrian Agama, Drs Gazali Suyuti menceritakan pangalamannnya ketika ia dulu menjadi peserta KKN beberapa tahun lalu. 
Ia menceritakan ketika terpilih menjadi Koordinator Kecamatan (Korcam) waktu KKN. Baginya, trik yang paling tepat mengget hati Kepala Desa atau Lurah, harus pintar menempatkan diri. Selain itu, budaya yang ada di desa dan di kota berbeda. Cara tepat untuk menghindari persepsi negatif dari masyarakat, pakaian harus rapi dan tidak sempit, tidak gondrong, dan boncengan antara laki-laki dan perempuan tidak boleh kecuali, menurutnya itu telah masuk emergency.
Dalam sambutan Pembantu Rektor II, Prof Dr Musafir Pababari ia menekankan, KKN merupakan media untuk pencitraan UIN di hadapan 1.678 peserta KKN. 
“Banyak masyarakat yang tidak tahu IAIN telah berpindah menjadi UIN. Ini bukan hanya persioalan pemindahan  nama melainkan juga dari segi mainset mahasiswa dan perguruan tiggi. Sudah tidak ada lagi dikotomi ilmu umum denngan ilmu agama,”kata dosen fakultas Ushuluddin dan Filsafat ini.
Syahrul Yasin Limpo yang melepaskan peserta KKN ini menitip pesan kepada mereka. Baginya, KKN merupakan penyempurnaan dari ilmu yang telah didapat dari bangku kuliah.
“Menyesuaikan konsep ilmu, dakwah, teori dengan kondisi rill di masyarakat tidak semudah apa yang telah dipikirkan. Makanya, mahasiswa yang sukses di KKN-nya maka ia akan menjadi leadership yang baik. Sebelum berangkat KKN temukan kebetuhan dan harapanmu. Dan, temukan orang yang bisa kau ajak bekerja sama. Sehebat apapun orang ia tidak bisa apa-apa tanpa kerja sama,”kata Syahrul.
Pembantu Rektor III, Dr Natsir Siola juga tidak mau kalah. Ia memberika bekalan pada mahasiswa mengenai etika mahasiswa dalam ber-KKN dan memperkenalkan adat istiadat masyarakat Sulawesi Selatan.
Dr Shuhufi M Ag menambahkan bagaimana semestinya sisitem administrasi mahasiswa KKN.
“Sukses pekerjaan karena dinilai dari sukses administrasi. Terkadang jika administrasi sukses dan pekerjaan tidak maka masih bisa diberi skor 1. Sementara jika hanya kerja yang basgu dan administrasi jelek maka skornya 0,”katanya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami