Jurusan Komunikasi Bentuk Komunitas Cross ON

Facebook
Twitter
WhatsApp

Senin, 20 Januari 2012 | Suryani Musi
Penandatangan prasasti Cross On oleh PD III FDK
Washilah Online-Jurusan Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bentuk komunitas baru. Komunitas tersebut dinamai Cross On. Kepanjangan dari Creatifity of Science Communication. Komunitas ini lounching hari ini, di gedung Auditorium kampus II Samata Gowa (20/12/2012).
Terbentuknya komunitas tersebut sebagai ajang mengasah kreatifitas dan seni. Ide awalnya yang digagas oleh Idham mahasisiwa jurusan Komunikasi semester VIII lantaran FDK. Lantaran FDK tidak pernah masuk nominasi juara I ketika UIN mengadakan lomba porseni. 
Dewan seni dipercayakan oleh Mansur Suma dan dewan olahraga dipercayakan kepada Drs H Kurdi M HI.
Sekretaris jurusan Komunikasi, Dra Auda Mannan ketika memberi sambutan berpesan, Cross On ini tidak boleh dijadikan sebegi alasan untuk menghambat kuliah.
“Menurut hadis Rasul, siapapaun yang mencari inovesi baru maka ia akan mendapat pahala. Saya harap jika Cross On telah ada, maka FDK harus juara I ketika ada porseni yang diadakan oleh UIN,”katanya.
Sementara Pembantu Dekan III, Drs Mahmuddin M Ag dalam sambutannya menyebutkan dua sisi yang dialami Cross On. 
Sisi pertama, adanya komunitas ini akan mendorong mahasisiswa untuk berpikir kreatif dan inovatif. Melupakan aksi demo yang kerap kali merusak citra UIN. Untuk memperbaiki nama UIN harus dimulai dari FDK. Karena FDK-lah corong UIN untuk memperbaiki diri.
Namun, sisi lainnya, lantaran komunitas tersebut tidak dinaungi oleh Himpunan Mahasisiwa Jurusan (HMJ), maupun Badan Eksekutif Mahasisiwa (BEM) Fakultas, maka wadah ini tidak tahu akan dikemanakan.
“Mau dimasukkan ke HMJ, anggotanya hanya 10 orang. Mau dipaksanakan untuk masuk di BEM-F pencetusnya mahasiswa Komunikasi. Padahal anggaran dan dari Rektorat hanya peruntukan HMJ dan BEM. Namun, mereka telah meyakinkan diri bahwa meski terkendala pada persoalan anggaran mereka akan mandiri dari persoalan tersebut. Saya kemudian hanya emngatakan, lanjutkan!,”kata mantan ketua Jurusan Jurnalistik ini.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami