Dr Sabri: Seharusnya Bukan Debat Kandidat Calon Presma Tapi Dialog

Facebook
Twitter
WhatsApp

Kamis, 05 Januari 2012 | Suryani Musi
Washilah Online-Perdebatan kandidat calon Presiden Mahasiswa yang akan menduduki kursi Badan Eksekutif Mahaiswa (BEM) Universitas periode 2012-2014, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasar cukup sengit. Hal tersebut berlangsung di gedung Lecture Centre (LT) Umum dengan menghadirkan dua panelis. Yakni Pembantu Rektor III, Dr Natsir Siola, dan Pembantu Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Dr Sabri AR, Kamis (05/01/2012).
Sebelum memasuki tahap debat ini, mereka telah melalui beberapa tahap sebelumnya. Seperti klarifikasi  calon kandidat dan pengumuman klarifikasi berkas, dan pencabutan dan pengumuman nomor urut kandidat.
Setelah pemaparan dari enam kandidat mengenai visi misinya, ketika Dr Sabri diberi kesempatan bertanya, ia hanya menyayangkan bahwa kegiatan semacam ini semestinya bukan debat. 
“Kegiatan semacam ini semestinya bukan debat. Karena debat hanya menciptakan janji palsu. Mestinya yang digelar hari ini adalah dialog supaya mereka setara,”pungkasnya. 
“Mestinya arti tentang ke-kita-an kita yang diciptakan. Untuk membaca semesta tanda yang ada di UIN ini,”tambahnya lagi.
Di lain sisi, PR III menyatakan dari sekian tahun diadadakan debat baru kali ini mahasiswa begitu antusias ikut. Namun, siapapun yang terpilih nantinya ia menginginkan mereka tetap aktif dalam Unit Kegiatan mahasswa (UKM), BEM, atapun lembaga lainnya.
“Saya yakni, yang duduk sekarang ini merupakan orang pilihan yang telah berkecimpung dalam suatu lembaga,”katanya
Keenam kandidat tersebut, nomor I Agus dari Syariaf, nomor II Taufik dari Adab dan Humaniora, nomor III Tajrim juga dari Syariah, nomor IV Taufik Husaini dari Tarbiah dan Keguruan, nomor V Jardiansyah Jabir dari Sains dan Teknologi, dan nomor VI Galang dari Dakwah dan Komunikasi.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami