Pemahaman Masyarakat Sidenreng Rappang Akan Haji Masih Kurang

Facebook
Twitter
WhatsApp

Jumat, 23 Desember 2011 | Suryani Musi
Berfoto bersama
Washilah Online-Penelitian tentang pelaksanaan Haji di Kabupeten Sidenreng Rapang mengantar Umar Yahya meraih gelar doktornya. Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupeten Sidrap tersebut berusaha mempertahankan disertasinya yang berjudul Ketaaatan Berhaji di Kabupeten Sidenreng Rappang tersebut di hadapan para tim penguji di gedung Pascasarjana (PPs) Universiats Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasar, Kamis malam (22/12/2011).
Disertasi tersebut mambahas permasalahan pokok mengenai terjadinya kesenjangan pemahaman ketaatan berhaji dan pengaruhnya terhadap pelaksanaan ibadah haji di kabupateng Rappang.
Sidang Promosi dokor tersebut dipimping oleh Rektor UIN, Prof Qadir Gassing HT MS dan menghadirkan tim penguji yang terdiri dari Prof Hasyim Aidid, Prof Moh Qassim Mattar, Dr Muammar Bakri dan, Prof Natsir Mahmud. Promotor adalah, Dr Minhajuddin , Prof Qadr Gassing,  dan Prof Ali Parman. Penguji eksternal, Prof Muhammadiyah Amin.
Tulisannya itu merupakan salah satu pemahaman dan ketaatan berhaji dengan rukun Islam lainnya agar berjalan seiring dan seimbang dalam pelaksanaannnya pada masyarakat Islam. Menurut Pembantu Ketua III STAI DDi Pangkajene Sidrap tersebut menyatakan bahwa haji merupakan ajaran Islam memiliki makna spiritual yang mendalam juga setara dengan dimensi sosial dan ekonomi memang menjadi daya tarik tersendiri untuk dibahas karena merupakan fakta dan rill di tengah masyarakat Islam.
Dalam kajian disertasi ini diguanakan analisis data “Dekskriptif Kualitatif dengan mengkaji dan berupaya menggali fenomena dalam masyarakat muslim secara objektif di lapangan tentang kemauan menggali fenomena dalam masyarakat muslim secara objektif di lapangan tentang kemauan yang kuat untuk melaksanakan ibadah haji bukan hanya sekali tetapi berulang-ulang danfaktor yang memengaruhinya ketaatan berhaji, serta upaya yang dilakukan pengelola haji dalam mewujudkan peningkatan pemahaman dan pelaksanaan haji serta rukun Islam lainnya.
Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan sosiologis yuridis, teologis normatif, dan pendekatan historis. Teknik pengumpulan data mengguanakn metode observasi, teologis normatif, dan dokumentasi.
Umar Yahya brhasil lulus dengan nilai Indeks Prestasi kumulatif (IPK) 91,81. Meski harus menempuh perjuangan berat selama empat tahun dua bulan 22 hari. Ia tercatat sebagai doctor ke 112 di UIN, sebagai doktor dalam bidang Ilmu Hukum Islam.
Dalam penelitiannya ini ada beberapa enelitian yang memengaruhi masyarakat muslim di Kabupaten Sidenreng Rappang  terhadap adanya kesenjangan pemahaman ketaatan berhaji dengan ibadah sosial lainnya, faktor yang lebih dominan melarabelakangi adalah kurangnya kesadaran hukum masyarakat dan kepatuhan berhaji 35%, dan keinginan kuat untuk melaksanakan haji adalah setelah melaksanak haji yang memiliki prsestise di tengah masyarakat di tengah masyarakat 76,66 %.
“Jika kedua faktor tersebut, dianalisa, maka dapat dipahamai bahwa masyarakat muslim kabupeten Sidenreng Rappang memahami betul tentang kewajiban haji ada 21,34 %. Sedangkan yang paham bahwa orang tertentu saja yang melaksanak haji baru 78,66%,”paparnya.
Ini menujukkan bahwa tingat pemahaman masyarakat muslim terhadap ketentuan berhaji, baik dalam hal persyaratan, ilmu manasik, dan konsekuensi masih kurang.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami