Dialog Jurnalistik Dinilai Bertaraf Internasional

Facebook
Twitter
WhatsApp

Rabu, 28 Desember 2011 | Suryani Musi
Dari Kiri, Moderator Hairir Fitra Siagian M Si, Thamsil tahair, dan Firdaus Muhammad

Washilah Online-Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universiats Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengadakan dialog jurnalistik. Dialog Jurnalistik ini dimaksudkan pelengkap mata kuliah Studi Kasus Jurnalistik di semester VII. 

Kegiatan bertema Menyikapi Kasus Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik: Dari Babrifikasi  Berita Sampai Trial By Press menghadirkan pembicara seperti Koordinator Liputan Trubun Timur, Thamsil Tahir dan sekretaris Jurusan Jurnalistik UIN, Firdaus Muhammad M Si, Rabu (28/12/2011) di gedung Lecture Centre (LT) FDK.
“Ini merupakan Dialog yang punya tema setaraf dengan penelitian doktor atau paling tidak bertaraf internasional,” kata Thamsil Tahir.
Menurutnya, pengetahuannnya akan materi fabrikasi berita sangat minim. 
“Ini sangat ilmu pengalaman jurnalistik saya. Sekedar cerita, saya jadi wartawan bukan dari minor ilmu publistik atau jurnalistik seperti kalian. Pendidikan dasar, menengah, dan tinggi habis di pesantren,”katanya.
“Terus terang saya keder melihat tema itu. Namun, dengan bismillah saya menulis pukul 21.00 wita. Dengan dikejar-kejar dengan waktu saya ber-nawaitu. Niat berbagi saya ini menjadi tantangan untuk mendapat pengetahuan yang baru,”tambahnya lagi.
Namun, dalam dialog tersebut Thamsil Tahir banyak memberikan contoh kasus yang terjadi di Indonesia. Sementara, Firdaus Muhammad yang membahas dari sisi akademisi memesan kepada calon jurnalis  agar  menjadi profetik seperti kenabian bukan propaganda.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami