Study Tour Jurusan Akuntasi Tiga Negara

Facebook
Twitter
WhatsApp
Selasa, 22 November 2011 | Suryani Musi
Peserta Tour Akuntansi UIN Alauddin Makassar
Washilah Online-Ada hadist yang menyatakan, tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke negeri China. Hadist tersebutmendorong jurusan Akuntasi Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengadakan study tour ketiga negara.
Study tour tersebut berlangsung mulai 16-24 November 2011. Dengan memilih Malaysia tepatnya di Kuala Lumpur, Bangkok, dan Singapura. 
Menurut Nono, mahasiswa jurusan Akuntasi menyatakan bahwa hanya dengan dana empat juta lima ratus mereka bisa ke negeri orang untuk membandingkan negaranya sendiri. Tepatnya untuk jurusan Akuntasi di UIN.
Study tour ini tidak hanya semata-mata berorientasi pada ilmu yang mereka miliki. Melainkan juga  study budaya. Menurut Nono, ada keterkaitan antara ekonomi, budaya, dan berdampak pada pembangunan suatu Negara. Maju atau tidaknya.
Sebanyak 15 peserta yang ikut. Terdiri dari 12 mahasiswa dan dua orang dosen pendamping. Selain itu, ikut juga ketua jurusan mereka.
Selama di luar negeri, mereka mengunjungi Kuala Lumpur tepatnya di Twins Tower. Mereka mempelajari kondisi perusahaan di sana, kehidupan sosial budayanya, dan kondisi yang sedang berlangsung dalam kota.
Bagi Nono, jam kerja yang dimulai dari pukul 09.00 sampai 17.00 benar-benar memberi dampak yang luar biasa di negeri Jiran tersebut.
“Bayangkan, di Indonesia sendiri terkadang ada orang yang kerja sampai malam tapi kenyataannya etos kerjanya beda. Dan, hasil kerja mereka pun beda. Di sana, biar tukang sapu diajak bicara mereka tidak mau melayani kami. Kecuali jam kerja  mereka telah usai,”ceritanya.
 Dua hari kemudian, mereka meninggalkan Malaysia menuju Bangkok. Di Bangkok mereka mengunjungi Clulalongkorn University yang setara dengan Universiats Indonesia (UI). Untuk jurusan Akuntasi. Di jurusan Akuntasi tersebut, dibawahi oleh Fakultas Accountancy Commerce Faculty. Bedanya, jika Akuntasi UIN berorientasi pada Syariah, di sana berorientasi pada Konvensional.
“Mahasiswanya seperti pebisnis sukses di Indonesia. Pakai mobil dengan pakaian yang begitu rapi. Beda dengan mahasiswa di Indonesia,”tambahnya. 
Selain itu, mereka juga mengunjungi MBK yang bergerak sebagi pusat perdagangan, ke Grand Falace, Istana Raja Thailand. Para mahasiswa itu juga hanya dua hari di sana kemudian  menuju Singapura.
Dari semua Negara yang mereka kunjungi, hanya Singapura-lah yang paling maju. Kurs mata uangnya saja, satu dolar Singapura setara dengan tujuh ribu rupiah uang Indonesia. 
“Kalau kami makan di sana benar-benar mahal. Meski mungkin di sana iu tergolong murah,”katanya.
Selama dua hari di Singapura, mereka ke Merlion yang masuk pada kawasan City Bank, Lucky Centre yang merupakan perdagan Orang Islam, dan Kampung Bugis. 
Sekembali lura negeri, mereka kemudian singgah ke Jakarta. Di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Utamanya di jurusan Akuntasni fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mereka disambut baik mulai dari Dekannnya, sampai semua struktur di fakultas tersebut. Termasuk mahaiswanya.
Ke Bali, mereka hanya melihat kebudayan di sana. Sekaligus refreshing.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami