Jurusan TI UIN Akan Adakan Software House

Facebook
Twitter
WhatsApp

Rabu, 23 November 2011 | Suryani Musi
Ketua Jurusan TI UIN Alauddin, Tengah
Washilah Online-Dalam  rangka penguatan kelembagaan, jurusan Tekologi Informatika (TI) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) akan mengadakan softwer house. Softwer house ini dimaksudkan selain untuk pemberdayaan alumni, juga untuk mencetak alumni yang lebih produktif. 
Pernyataan tersebut dia ungkapkan oleh ketua Jurusna TI, Faisal S Kom M Kom ketika Himpunan Mahaisswa Jurusan (HMJ) mengadakan Temu Bicara bersama Dosen dengan tema Sok Kenal Sama Dosen. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung Lectrure Teather (LT) FST kampus II Samata Gowa, Rabu (23/11/2011),
Meski masih termasuk rencana, untuk saat ini sudah masuk pada tahap identifikasi kebutuhan untuk pendiriannya. Di Software House ini akan terdiri dari beberapa programmer.
“Jika Universiats Gadja Mada (UGM) telah memiliki Gama Techno yang menjadi mesin uangnya UGM, maka jurusan TI juga akan mengadakan Software House yang punya nilai di jual,”papar  kejur TI.
Kepala Pusat Komunikasi, Ridwan juga menyatakan bahwa pada dasarnya mahasiswa 80 persen ke atas tidak kreatif. Mereka tidak punya ide-ide orisinil. Hanaya punya kebiasaan buruk menciplak dari internet ide orang lain kemudian memodifikasi sedikit. 
“Jika Gama Techno jual aplikasi ke UIN, maka sudah seharusnya juga TI punya produk yang punya kestabilan yang luar biasa. Di UIN seharusnya, mahasiwa TI harus di lab. Jika sekarang lagi tren android, maka di Jawa anak SMA saja telah mampu menciptakan sendiri,”tambahnya.
Ia menyarankan harus punya ide kreatif. Karena menurutnya, meski jago programmer namun tidak punya ide sendiri maka programnya tidak punya nilai jual.
Di lain sisi, ia juga menekankan bahwa biasanya satu angkatan yang selesai di TI, biasanya hanya 10 persen alumninya benar-benar punya kualitas TI. Setelah selesai incarannya hanya pegewai negeri sipil (PNS). Tidak peduli di ditempatkan di bagian keuangan, atau bagian apapun.
“Paradigma ini juga harus diubah. Jangan jadika  PNS itu sebagi standar. Ataupun jika PNS, harus menempatkan dirinya di depan komputer,” pungkasnya lagi.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami