Tahun 2010, Tiga Ratusan Lebih Orang Makassar Kena HIV AIDS

Facebook
Twitter
WhatsApp

Kamis, 20  Oktober 2011 | Suryani Musi
Oeserta seminar Seks BPI FDK UIN Alauddin Makassar
Washilah Online-Menurut data yang dikutip dari Kompas.com pada tahun 2010, sebanyak 3.233 orang yang kena penyakit HIV/AIDS lewat free sex. Hal tersebut dikatakan oleh Ir Henrikus S Pdi ketika membawakan materi Seminar Sehari Tentang Seks yang diadakan oleh mahasiswa Jurusan Bimbingan Penyuluhaan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universiats Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kamis (20/10/2011).

Kegiatan ini mengundang dua pemateri, dari sudut pandang Islam hadir Prof Dr Sattu Alang MA sebagai guru besar UIN sekaligus ketua Lembaga Pemberdayaan Mahasiswa (LPM), dan Ir Henrikus sendiri sebagai Training di bidang Psikoterapi dan Hipnoterapi yang membahas dari sudut pandang psikologi.
Menurut Prof Dr Sattu Alang, ibaratnya kalangan remaja adalah perahu yang diombang ambing di tengah sambudra yang luas. Sedikit lengah, mereka bisa terjerumus.
Semenntara Ir Henrikus menambahkan bahwa yang menyebabkan bisanya lengah dan terjerumus pada pergaulan bebas tersebut adalah gencarnya akses telekomunikasi di era sekarang.
Selain itu, factor penyebab di aats, penyebab lainnya adalah minimnya pengawasan orang tua, pengaruh teman dan lingkungan yang kurang bagus, tidak mampu mengendalikan diri, dan tidak mengetahui fungsi-fungsi organ tubuh lainnya.
Henrikus juga menyatakan bahwa umumnya yang mendapatkan penyakit HIV AIDS akibat dari free sex tersebut adalah kalangan orang dewasa. Karena penyakit HIV AIDS tersebut tidak bisa dideteksi serta merta ketika seseorang terjangkiti. Butuh waktu waktu yang cukup lama sampai gejala tersebut mulai kelihatan.
“Ada beberapa penyakit menular yang disebabkan oleh pergaulan bebas yakni kencing nanah, sifilis, herpes, HIV AIDS dan lainnya. Masih banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh seks bebas. Saya hanya memperkenalkan penyakit-penyakit yang terkenal,” kata Hendrikus.
“Namun, untuk menagkalnya hanya landasan agama lah yang paling ampuh untuk menagkal semua itu,”tambahnya lagi.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami