Mengurai Permasalahan Lalu Lintas Makassar Melalui Dialog

Facebook
Twitter
WhatsApp

Jumat, 14 Oktober 2011 | Mitasari
Dialog bersama BEM Fakultas Tarbiah
Washilah Online- Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Fakultas Tarbiah  Universiats Islam Negrei (UIN ) Alauddin Makassar mengadakan dialog yang bertema Mengurai Permasalahan Lalu Lintas Menuju Kota Dunia. Kegiatan ini digelar di Rumah Kopi yang bertempat di jl Alauddin Makassar , Jumat (14 /10/2011).
Dialog ini menghadirkan narasumber penting yaitu AKBP Muahammad Hidayat, SIK   sebagai kepala satgas lalu lintas Poltabes Makassar. Dr A Tajrin Sp BM M, Kesdan Dr MuhnRuslin, Sp BM M, Kesse bagai dokter ahli beda mulut selaku korban kecelakaan.
Selain itu hadir pula perwakilan dari Form Pemuda Bersatu (FPB) yaitu  Nur Cholis Syam serta Presiden  mahasiswa, Pahmuddin Colik.
Menurut data yang  disampaikan  oleh Muhammad Hidayat, tahun 2011 dalam kurung waktu Sembilan  bulan sudah 138 orang yang meninggal dunia akibat kasus kecelakaan. Selain itu dari data tersebut juga terdata sebanyak 75 % korbannya adalah pengguna seped amotor  yang korbannya sebagian besar memiliki usia produktif.
“Pelnggaran adalah awal kecelakaan karena tidak disiplin pada aturan lalu lintas, ” tambah  AKBP Muhammad Hidayat.
 Nur Cholissyam selaku perwakilan  FPB dalam kesempatannya, mengatakan bahwa sering terjadi ketidakjelasan Peraturan Daerah (Perda) mengenai penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir. “permasalahanlalulintas di Makassar bukan hanya kecelakan tapi parkir liar dankenyamanan lalu lintas pun perlu ditindaklanjuti”ungkapNurCholismenyampaikankepadaKetuaSatgasPoltabes Makassar.
  Pahmuddin Colik  mengatakan bahwa Makassar bukan tidak mungkin  untuk menjadi kota dunia, namun keluhan mengenai penggunaan jalan  pengawalan pejabat sering meresahkan pengguna jalan. Selain itu Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga harus mematuhi peraturan allu lintas. (Mita)

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami