Ketua KY: Pentingnya Taawwun dalam Menjaga Konsistensi Hakim

Facebook
Twitter
WhatsApp

Jumat, 21 Oktober 2011 | Suryani Musi
PD III FSH UIN, Rektor, Ketua KY, dan Prof Hasyim Aidid
Washilah Online-Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Komisi Yudisial (KY) RI, Dr Ibrahim SH LLM menyatakan bahwa untuk menjaga konsistensi dan independensi Akuntabilitas hakim diperlukan taawwun atau sinegritas.
Pernyataan tersebut disampaikan di acara Studiun General yang diadakan oleh jurusan Peradilan agama (PA) Fakultas Sayariah dan Hukum. Acara yang digelar di gedung Lecture Centre (LT) ini menghadirkan dua pemateri, selain dari Ketua KY sendiri hadir guru besar Hukum Islam UIN, Prof Dr Hasyim Aidid MA, Jumat (21/20/2011).
Menurut ketua KY, bahwa sekarang ini ada kesan lembaga saling menafikan dan menjatuhkan. Tentunya keadaan tersebut kontraproduktif dalam penyelesaian persoalan kebangsaan. Dalam konteks hubungan KY dan Mahkamah Agung (MA) kedua lembaga ini harus saling mengisi dan menguatkan. Sinergi dan koordinasi yang dilandasi pada kebaikan (al-birr) dan takwa akan memberikan manfaat positif bagi hukum dan keadilan.
“Kerja sama, sinergi, koordinasi dengan stakeholder termasuk institusi perguruan tinggi sangat strategis untuk dijadikan mitra komisi yudisial,”katanya.
Karena menurutnya, selain tersedia ahli hakim dibidang masing-masing dan kolektifitas intelektual yang masih bersih dan belum terkontaminasi.
“Saya lihat bahwa ternya lembaga yang ada di Indonesia masih memiliki landasan yang abu-abu. Lembaga-lembaga masih suka “ngerumpi” membicarakan kelemahan lembaga lain seolah-olah lembaganya yang paling benar. Olehnya itu kita perlu landasan ta’awwun untuk mendapatkan sinergitas,” tambahnya.
Hasyim Aidid menambahkan bahwa semakin kritis warga negara maka suatu negara akan semakin bagus.
“Contoh negera yang punya masyarakat terlambat kritis adalah Libya,” katanya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami