Rektor dan Walikota Tantang eSA Bikin Pentas Spektakuler

Facebook
Twitter
WhatsApp

Rabu, 28 September 2011 | Suryani Musi
Washilah Online-Dalam acara yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya (SB) eSA, Rektor dan Walikota Makasssar menantang SB eSA bikin even besar. Pernyataan tersebut disampaikan pada acara Seminar Budaya yang digelar di gedung Training Centre (GTC) kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Rabu (28/09/2011).
Menurut Rektor, Prof DR Qadir Gassing dalam sambutannya menyatakan bahwa UKM-UKM yang ada di UIN harus diarahkan untuk membuat berbagai kegiatan. 
“Jika beberapa tahun lalu, anggota SB eSA melakukan pementasan di Taman Marsuki Indah Indonesia (TMII), maka saya tantang agar ke depannya eSA kembali membuat kegiatan yang semacamnya itu yang sifatnya spektakular. Saya kira Anda bisa merancang untuk membuat kegiatan besar,”katanya pada acara yang bertemakan Kun, Tak Ingin Hilang di Kampung Sendiri ini.
Rektor menambahkan bagaimana pencaturan politik di Indonesia yang tersaji lewat media massa sudah tidak selayaknya untuk ditonton. Otomatis dengan begitu budaya Indonesia yang sesungguhnya hancur dan terdistorsi. Maka trobosan barunya adalah, seni hadir sebagai penyeimbang kehidupan.
“UIN harusnya menjadi moral post. Jadi kegiatan yang seperti ini bisa menjadi pintalan atau pengobat dari pencaturan politik itu,”tambahnya.
Yang dijadikan tantangan dari Arif Sirajuddin yakni tahun 2011 Makassar akan membuat pementasan kolosal sebanyak 500 orang di pantai Losari. Pementasan itu dilakukan oleh semua lembaga seni kampus se-kota Makassar. 
“Terkadang saya bikin kegiatan yang agak “gila-gilaan”. Ini merupakan potensi yang cukup bagus untuk kegiatan seni. Nanti saya minta Maskur dan Dr Sabri dari eSA untuk menggagasnya,” tambahnya.
“Apapun yang ingin dilakukan oleh UIN, jika itu bersentuhan dengan pengembangan potensi maka saya akan membantu untuk mewujudkannya. Apalagi juga untuk mewujudkan Makassar sebagai kota dunia,” paparnya lagi.
Namun, apa yang dikatakan oleh anggota eSA sendiri. Hamdan salah seorang senior yang telah lama bergelut dalam dunia seni menyatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Rektor dan Walikota adalah sesuatu yang akan menguras pemikiran dan tenaga yang luar biasa. Butuh pemikiran yang cukup mendalam. 
Namun, dia menyarangkan melalui hasil seminar tersebut untuk direkomendasikan kepada dua orang tersebut untuk membuat satu kampung yang benar-benar seperti kampung yang sebenarnya. Kampung, di aman setiap orang yang datang ke tempat tersebut bisa merasakan diri sendiri yang sebenarnya.
“Tidak usah datang pementasan ke TMII cukup di kampung itu kita mengenal diri kita sebenarnya,” katanya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami