Orang Tua Wisudawan Syariah Minta Lestarikan Bahasa Daerah

Facebook
Twitter
WhatsApp

Jumat, 30 September 2011 | Suryani Musi
Washilah Online-Acara ramah tama wisudawan Fakultas Syariah dan Hukum  (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar digelar, Jumat (30/09/2011). 
Kegiatan tersebut berlangsung di gedung Training Centre (GTC) Kampus I dengan menghadirkan orang tua wisudawan.
Salah satu orang tua perwakilan orang tua wisudawan yang menyampaikan pesan kesan meminta agar ke depannya jika perlu kurikulum pendidikan dicantumkan juga untuk menggunakan bahasa daerah. Dia adalah orang tua dari si Kembar Reza Fahlefi dan Muamar Qhadafi dari jurusan Ilmu Hukum.
“Saya menyarankan agar ke depannya harus ditambah mata kuliah Pendidikan Budi Pekerti dan Bahasa Daerah. Karena saya lihat sekarang anak-anak sudah tidak tahu menggunakan bahasa Bugis. Bahkan bahasa kita ini seakan-akan sudah mau tercabut dari akarnya,” katanya.
Dia menceritakan bagaimana ketika anakanya yang kembar ini menanyakan keberadaannya. Lalu dia menyebutkan bahwa dirinya ada di bersama Yusuf Kalla. Tentunya mereka heran lalu menanyakan mengapa dia berada di sana, dan ada hubungan apa Yusuf Kalla dengan dirinya. Dia mengatakan bahwa mereka dulu adalah sambori.
“Kata sambori mereka sudah tidak tahu. Padahal itu artinya teman sekolah. Saya hanya ingin bagaimana mereka mencintai negeri mereka sendiri. Jangan justru anak Maksaar hanya tahu bahasa Betawi,” tambahnya lagi.
Dekan Fakultas Syariah, Ambo Asse menyatakan ketika membawa sambutan bahwa untuk mata kuliah akhlak ada di mata kuliah Akidah Akhlak. Namun, dia tidak meyinggung apakah bahasa daerah tersebut bisa masuk pada kurikulum untuk pengajaran atau tidak. Hanya ketika membawakan pengantar dia menggunakan bahasa daerah.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami