Orang Tua Wisudawan Hanya Menonton Anaknya Lewat Infokus

Facebook
Twitter
WhatsApp

Jumat, 30 September 2011 | Mitasari

Washilah Online-Sudah lama mereka menanti momen tersebut, pertimbangan mengizinkan buah hati mereka untuk melangka ke jenjang perguruan tinggi sangat berat. Keinginan melihat anaknya sarjana sangat besar dan telah dinanti-nanti jauh hari. Itu yang dialami oleh seorang ibu yang bernama Ampa’ dari Sidrap. Anaknya berada di fakultas Tarbiah jurusan Bahasa Inggris.


 Melihatnya langsung memakai toga, mendengar nama anaknya dipanggil sebagai salah satu sarjana Universitas Islam Negeri  (UIN) Alauddin Makassar, luar biasa keinginan tersebut.  Dia hanya mampu memendamnya seraya mengusap air matanya ketika nama anaknya disebut oleh Rektor UIN, Prof Dr Qadir Gassing HT MS.

Terlihat dari raut bahagia dan haru menyelimuti raut wajah para orang tua dan sanak saudara para sarjana yang datang mendampingi mereka.

Para sarjana yang notabenenya adalah putra dan putri daerah baik yang dekat maupun jauh semua berkumpul di Auditorium, Kampus II Samata-Gowa, Kamis (29/09/2011).

Namun dari segala kebahagiaan para orang tua dan keluarga ada sebagian besar mengaku kecewa dengan keadaan yang mengharuskan mereka tidak secara langsung melihat prosesi wisuda para sarjana.

Mereka hanya bisa melihat dari layar yang yang di pasangi infokus untuk melihat keadaan dalam ruang wisuda. Di lantai dasar Auditorium. Beberapa pendamping bahkan rela berdiri sambil mengintip di jendela hanya untuk melihat prosesnya secara langsung  wisuda. Tepatnya, di sayap sebelah kiri kanan Auditorium karena kursi tidak mencukupi buat mereka.

“Saya sudah lama ingin melihat anak saya yang perempuan satu-satunya diwisuda nak. Tapi, ternyata kita hanya melihat ke papan putih itu (layar putih),” katanya Ampa seraya mengusap air matanya berkali-kali.
  Beberapa keluarga harus rela duduk dengan hanya beralaskan tikar yang juga disediakan panitia.

Panitia mengaku kejadian tersebut terjadi karena faktor ketidak cukupan ruangan untuk menampung peserta wisuda beserta pendampingnya. Mereka mengaku telah mengusahakan yang terbaik untuk semua orang, dan segenap panitia meminta maaf untuk kekecewaan tersebut.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami