Perlindungan Hukum dalam Undang-Undang 1945 Pasca Amandemen (Perspektif Maqasid Syariah)

Facebook
Twitter
WhatsApp

Laporan | Suryani Musi

Washilah Online-Budiarti A Rahman menggelar perhelatan ilmiahnya di gedung Pasca Sarjana (PPs) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Senin (19/07/2011) malam.

Di hadapan para promotor yang terdiri dari Prof Dr H Qadir Gassing HT MS, Prof Dr Hj A Rasdiyanah, dan Prof Dr Darussalam Syamsuddin M Ag, dia berusaha mempertahankan isi disertasinya yang berjudul Perlindungan Hukum dala Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasca amandemen Perspektif Maqasid al-Syariah.

Tim pengujinya terdiri dari Prof Dr Hasyim Aidid M Ag, Prof Dr Sabri Samin M Ag, Prof Dr Moch Qassim Mattar MA, dan Prof Natsir Mahmud MA. Penguji eksternal adalah Prof Dr H Syamsul Bachri SH MH guru besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas).

Secara garis besar isi disertasinya membahas tentang bagaimana perlindungan hukum dalam UUD 1945 pasca amandemen perspektif maqadis al-syariah. disertasi ini bertujuan pertama, mengungkapkan dan mengeksplorasi muatan maqasid al-syariah dalam undang-undang pasca amandemen.

Kedua, mengungkapkan dan menganalisis perlindungan hak-hak konstitusi dalam UUD 1945 pasca amanden perspektif maqadis al-syariah sebagai cerminan perinsip Negara hukum. Ketiga, melakukan eksporasi terhadap implementasi perlindungan hukum hak-hak konstitusi dalam produk legislasi nasional pasca amandemen UUD 1945 perspektif maqasid al-syariah.

“Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan melakukan pendekatan filosofi, pendekatan theologisnormatif, pendekaatn yuridis formal, dan pendekatan historis. Pengumpulan data dilakukan melalui riset kepeustakaan yang diolah, dianalisis secara kualitatif dan diuraikan secara verbal,” kata Budiarti ketika megungkapkan isi disertasinya sebelum diuji.

Penguji eksternal, Prof Dr H Syamsul Bachri SH MH menyatakan bahwa pada dasarnya hukum itu tidak beranak dan bercucu. Meskipun pada kenyataaannya yang dijumpai di kalangan masyarakat sekaran berbanding terbalik.

“Hukum itu tidak mengenal anak dan cucu. Siapa pun dia berhak untuk diperhadapkan dengan hukum jika dia bersalah. Meski kenyataannya di negara yang mengakkan hukum Islam sendiri penegakan hukum Islamnya justru tidak terasa dibanding negara yang tidak menganut Islam,” katanya sebelum memberikan pertanayaan ujian.
Cara yang ditempuh dalam analisis data tersebut dilakukan melalui reduksi data dan interpretasi data secara induksi dan deduktif kemudian dilengkapi dengan menggunakan analisisn isi (content analisis).

Penelitian ini menunjukkan bahwa muatan maqasid al-syariah dalam kontitusi negera hukum Indonesia pasca amandemen 1945 menjiwai perubahan konstitusi untuk mewujudkan kemaslahatan manusia di Negara RI dengan adanya perlindungan hukum atas pemeliharaan kemaslahatan agama, jiwa, akal, keturuan, dan harta sehingga menjadi suatu hak konstitusional bagi warga negara.

Perlindungan hak-hak konstitusi dalam UUD 1945 pasca amandemen perspektif maqasid al-syariah mencerminkan negara yang menganut konstitusionalisme yang menjadikan maqasid al-syariah meliputi perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Sumber hukum dengan sendirinya mempunyai kekuatan sekaligus sebagai dasar hukum. Karena itu, organ negara mempunyai kewajiban konstitusional untuk mengimplemantasikan dalam bentuk tindakan hukum berdasarkan kewenangan yang dimilikinya sebagai mewujudkan tujuan negara untuk menyejahterahkanwarga negaranya , baik di dunia maupun di akhirat.

Mengimplemantasikan perlindungan hukum hak-hak konstitusi dalam produk legislasi nasional pasca amandemen UUD 1945 perspektif maqadis al-syariah di bidang hak-hak sipil, politik, serta hak-hak sosial, ekonomi, dan budaya berjalan sesuai dengan prinsip maqasid al-syariah.

Budiarti berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 92,05 dengan predikat amat baik. Dengan lama pendikan tiga tahun, sembilan bulan, dan 18 hari. Dia lulus sebagai doktor dalam bidang Hukum Islam, doktor yang ke 98 yang ditelorkan oleh UIN.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami