Muh Shuhufi Doktor Keseratus UIN, Tadi Malam

Facebook
Twitter
WhatsApp

Jumat, 29/07/2011 | Suryani Musi

Washilah Online-Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar,Muhammad Shuhufi S Ag M Ag menggelar perhelatan ilmiahnya di gedung Pasca Sarjana (PPs) UIN, Kamis (28/07/2011) malam.

Doktor muda yang bergelar dalam bidang Hukum Islam tersebut merupakan doktor yang keseratus yang ditelorkan oleh UIN.

Di hadapan para promotor, dia mempertahankan disertasinya yang berjudul Metode Ijtihad Lembaga-Lembaga Fatwa (Studi Kritis Terhadap Imlementasi Metodologi Fatwa Keagamaan di Indonesia).

Tim pengujinya terdiri dari Prof Dr H Minhajuddin MA, Prof Dr H Ali Parman MA, dan Dr H Abd Rauf A Amin Lc MA.

Promotor tersebut terdiri Prof Dr H A Qadir Gassing HT MS, dan Prof Dr Hj Andi Rasdiyanah. Co Promotor adalah Prof Dr M Irfan Idris M Ag. Penguji eksternal Prof Dr Atho Mudzar, guru besar dalam bidang Soliologi Hukum Islam, Fakultas Syariah Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta.

Secara garis besar disertasi ini membahas tentang metode ijtihad lembaga-lembaga fatwa yang merupakan studi kritis terhadap imlementasi metodologis fatwa keagamaan di Indonesia. Dalam pembahasannaya penulis mengangkat pokok permasalahan: Bagaimana metiode ijtihad lembaga-lembaga fatwa keagamaan Indonesia? Pokok permasalahan ini dibahas dengan membatasinya pada persoalan tentang metode ijtihad menurut hukum Islam, urgensi lembaga-lembaga fatwa di Indonesia, serta bentuk-bentuk implementasi metode ijtihad pada lembaga-lembaga fatwa keagamaaan di Indonseia.

Disertasi ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena dalam masyarakat yang senantiasa bergelut dengan fatwa-fatwa keagamaan, yang dikeluarkan atau difatwakan oleh lembaga-lembaga fatwa. Fatwa ini kadang bermasalah terutama karena fatwa yag dikeluarkan oleh lembaga fatwa tersebut selalu berbeda pendapat.

“Dalam hal ini, promofendus memahami bahwa perbedaan fatwa tersebut dilatarbelangi oleh metode fatwa yang berbeda pula. Sehingga menarik untuk diteliti,” katanya di hadapan para penguji.

Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode library research (penelitian pustaka) yang bersifat deskriptif analitik kritis untuk menberikan gambaran analisis tentang bentuk-bentuk implementasi metode ijtihad dalam fatwa keagamaan.

Pengkajian diseratasi ini mnggunakan pendekatan theologis normatif dan pendekatan yuridis. Metode ini dimaksudkan untuk mengkaji secara syar’i fatwa-fatwa keagamaaan di Indonesia.

Menurut penguji eksternal, disertasi ini bisa direkomendasikan untuk dicetak menjadi buku.

“Disertasi ini bisa direkomendasikan untuk dicetak menjadi buku. Tapi dilengkapi dulu. Karena judul tidak boleh sama dengan bab dan bab tidak boleh sama dengan sub bab,” katanya.

Muh Suhufi berhasil lulus dengan predikat amat baik. Dengan lama pendidikan tiga tahun, Sembilan bulan, 28 hari. Dengan IPK 93,70.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami