Temu BEM: Dari Timur Indonesia Bangkit

Facebook
Twitter
WhatsApp
Laporan | Suryani Musi
Washilah Online – Kegiatan Temu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia Timur dengan tema dari Timur Indonesia Bangkit sementara berlangsung di gedung Trining Centre Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang berlangsung mulai dari (13/06) sampai (15/06), Senin (13/06/2011).
Pemateri-pematari yang mengisi kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini yakni, Gubernur Sulawesi Selatan Dr H Syahrul Yasin Limpo SH M Si MH, Rektor UNM, Prof Dr H Aris Munandar M Pd, Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Dr. Ir. Fadel Muhammad, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Dr Qadir Gassing HT MS, walikota Makassar Ir H Ilham Arif Sirajuddin MM, Pangdam VII Wirabuana SDR Ishak Ngelajaratan, Mutia Vidia Havid dan sederet orang penting lainnya.

Rektor UIN Alauddin, Prof Dr Qadir Gassing HT MS menyatakan bahwa sudah saatnya pemerintah menoleh ke Timur tidak hanya ke Barat saja.

“Salah satu tuntutan kepada pemerintah untuk menoleh ke Timur jangan cuma perhatikan Barat. Bukan cemburu, dalam banyak hal Indonesia Timur banyak ketinggalan dibanding dengan kawan-kawan kita di Indonesia Barat. Salah satu contohnya dari segi anggaran, dan itusangat berpengaruh pada tingkat pendidikan,” kata Prof Qadir Gassing ketika membawa kuliah umum sebelum membuka acara Temu BEM tersebut.

Selain itu dia juga menyatakan bahwa pendidikan adalah bukti kemajuan suatu wilayah. Jika ingin bangkit dari Timur, salah satu penekanan guru besar dalam bidang Guru Besar dalam Peradilan Islam ini menyatakan bahwa untuk bisa bangkit dari Timur, proporsional anggaran pendidikan harus diterapkan.

Selain, kunci selanjutnya agar Indonesia mampu maju dari Timur yakni dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi terutama dari para ahli atau peneliti. Dari para peneliti itulah diyakinkan akan berkembangan Sains dan Teknologi. Tapi syaratnya peneliti atau ahli tersebut harus berkolaborasi dengan dengan pihak industri. Begitu pula sebaliknya.

“Selain itu, ke depan sudah seharusnya dipisahkan seluruh kementrian. Kementerian riset dan pendidikan tinggi hArus berdiri sendiri. Tidak lagi hubung dengan Departemen Agama dan Dinas pendidikan. Kementrian Pendidikan Tinggi berfungsi untuk memajukan iptek ke level dunia,” lanjutnya.

Selain itu harapan selanjutnya dari Rektor bahwa seharusnya pemerintah serius membenahi SDM.

“Melalui Mentri Pendidikan Nasional (Mediknas), Kementrian Agama (Kemenag), dan seluruh yang ada di bidang pendidikan bahwa perlu diciptakan 100 Perguruan Tinggi yang berkelas dunia. Dan, pendididkan tersebut harus disponsori penuh oleh pemerintah. Dari 100 Perguruan Tinggi itulah , SDM kelas dunia yang mampu mengangkat keterpurukan Indonesia sekarang dan ke depan.”

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami