Rata-Rata Pengguna Narkoba Naik 42,4 % per tahun

Facebook
Twitter
WhatsApp
Washilah online – Saat ini Di Indonesia terdapat lebih dari 3,5 juta pecandu narkoba (data 2007). Sebagian besar di antaranya (43%-67%) adalah Gangguan Diagnosis Ganda (GDG). Itu adalah data yang sangat luar biasa tinggi jika dibandingkan data 2011.

Menurut Data BNN pada tahun 2001-2006 terdapat kasus 3.617 —– 17.355 dan rata-rata naik 42,4% per tahunnya. Sedangkan laporan Depertemen kesehatan, Desember 2006 jumlah kasus HIV-AIDS 13.424 dan data pengidap penderita AIDS 61,1% dan HIV 38,9%.


Menurut data WHO (1982) narkoba merupakan zat kecuali makanan, air atau oksigen yang jika dimasukkan ke dalam tubuh dapat mengubah fungsi tubuh secara fisik dan atau psikologis.
Kadang-kadang seseorang menggunakan narkoba hanya berawal dari coba-coba, berawal dari pemakaian sosial / rekreasi sehingga meyebabkan penyalahgunaan dan ketergantungan (adiksi). Penyalahgunaan narkoba kadang dilakukan dengan cara ditelan, suntikan, di rokok, dan disedot dengan hidung.


Demikian kata Sekretaris unit serse narkoba Polda Sulselbar, Kompol Rosna Tombo ketika membawakan seminar Narkoba yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Peradilan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Rabu (11/05/2011).
“Seseorang dikatakan melakukan penyalahgunaan apabila penyalahgunaan narkoba menimbulkan gangguan atau kerusakan organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal, organ reproduksi serta gangguan psikis termasuk perasaan, keperibadian dan perilaku,” jelas Kompol Rosna.
Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan tindak kejahatan, lalu lintas, kecelakaan kerja, putus sekolah, putus kerja, dan hancurnya masa depan.
Menurut Kompol Rosna seseorang pengguna narkoba bisa diatasi sepanjang seseorang bisa menghadapinya dengan tenang, tidak menghakiminya, bersikap empati, melibatkan orang tuanya serta mewaspadai sikap manipulatifnya. 

Laporan | Suryani Musi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami