Jurusan TI Peduli Peningkatan SDM Sekolah Madrasah

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah Online – Di antara tiga tujuan Tutwuri Handayani salah satunya adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut berusaha diwujudkan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknologi Informatika Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Senin (16/05/2011).

Resah melihat pemasalahan pada masyarakat yang belum sepenuhnya menguasai dasar teknologi informatika, maka jurusan TI ini melakukan survey ke semua sekolah madrasah yang terdiri dari empat kabupaten. Yakni Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros mulai tanggal 25-28 April.
 
Keempat tempat tersebut masing-masing sekolahnya didata untuk mengetahui apakah apa yang kurang dari sekolah-sekolah tersebut. Mulai dari segi rendahnya minat siswa terhadap TI, Sumber daya manusianya (SDM), fasilitas yang terdapat dalam sekolah tersebut yang terkait dengan pengembangan SDM TI, dan pengetahuan terhadap TI.

Dari keempat kabupaten tersebut termasuk Makassar, terdapat empat sekolah yang paling rendah yakni di Makassar, MAN 1 Makassar, Jl. Tala Salapang No. 46, Kabupaten Gowa Mas Guppi Samata Jl. Pesantren Samata, Kabupaten Takalar Mas Pest Mizanul Ulum Dusun Bontowa Sanrobone, dan Kabupaten Maros MA DDI Alliritengae Jl. Taqwa no. 2 Maros.

“Setelah menemukan sekolah-sekolah yang masih rendah menguasai di bidang TI, kami kemudian melakukan pelatihan kepada siswa kelas dua. Menariknya lagi, bahkan ada guru yang meminta untuk mereka juga dilatih. Dan, itu mungkin saja bisa jadi indikator jurusan kami untuk memberikan pelatihan selanjutnya,” kata Ketua HMJ TI, Muktarul Alili di sela-sela memberikan bimbingan kepada siswa MAN I Makassar di sekolah mereka, Senin (16/05/2011).

Sebanyak 30 unit komputer mereka bawa ke setiap sekolah yang diberi pelatihan penguasaan TI. Kemudian pembawa materi tersut adalah Yusran Bobihu S Kom M Si dan Nur Afif ST MT dosen TI UIN.

“Materi-materi yang diajarkan kepada siswa yakni mikrosof office, mikrosof world, mikrosof exel, dan power point. Tiap sekolah minimalnya mendapat materi tiga jam,” tambahnya.

Laporan | Suryani Musi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami