HMJ Bahasa dan Sastra Inggris Adakan Kompetisi Debat

Facebook
Twitter
WhatsApp
Washilah Online – P o I !!! Teriakan riuh ramai yang terdengar dari ruang Lecturer Theater (LT) di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Senin (23/05/2011). Ruangan yang berkapasitas kurang lebih 100 orang itu ternyata dipenuhi mahasiswa yang sedang mengikuti kompetisi debat. Para peserta debat saling mengemukakan pendapat dan sanggahan yang membuat suasana di ruangan itu terasa sangat menegangkan.

Kompetisi debate yang bergaya British Parliamentary (BP) tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (HIMABSI) sebagai wadah bagi mahasiswa untuk lebih meningkatkan kualitas speakingnya.

“Ini merupakan salah satu program kerja kami. Selain itu, kami harap dengan adanya kegiatan seperti ini dapat lebih meningkatkan kemampuan speaking mahasiswa BSI, dan juga menambah wawasan mahasiswa tentang isu-isu hangat khususnya di dalam negeri kita”, ujar Tamrin, Ketua Panitia Debate Competition tersebut.

Adapun menurut Syahruni Junaid, S.S. M.Pd, salah satu dosen Sastra di FAH saat di wawancara oleh crew washilah sesaat setelah kompetisi usai, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengukur standar kemampuan speaking mahasiswa. Dan juga agar mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) bisa lebih terlatih mentalnya dalam mengikuti kompetisi seperti ini pada scope yang lebih luas lagi kedepannya.

Sebagai salah satu Adjudicator (juri) dari kompetisi tersebut, beliau juga merasa sangat appreciate atas keberhasilan HIMABSI menyelengarakan kegiatan tersebut. Beliau menyatakan bahwa kegiatan seperti itu memang sangat diperlukan bagi mahasiswa BSI, agar supaya lebih menunjukkan identitas mereka sebagai mahasiswa dalam bidang bahasa, khususnya bahasa inggris.

“Saya terkesan melihat penampilan para peserta debat hari ini. Ternyata banyak potensi-potensi mahasiswa BSI yang terpendam selama ini. Saya berharap setelah seluruh kegiatan ini selesai, akan ada semacam debate community yang terbentuk di sini”, tambahnya.

Adapun debat merupakan kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Dalam hal ini, debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri.

Ada berbagai macam gaya debat kompetitif sekarang ini. Salah satunya format British Parliamentary Debate, seperti yang dilakukakan oleh HIMABSI. Dalam format ini, empat tim beranggotakan masing-masing dua orang bertarung dalam satu debat, dua tim mewakili Pemerintah (Government) dan dua lainnya Oposisi (Opposition), dengan susunan sebagai berikut:

Opening Government: Opening Opposition:
– Prime Minister – Leader of the Opposition
– Deputy Prime Minister – Deputy Leader of the Opposition
Closing Government: Closing Opposition:
– Member of the Government – Member of the Opposition
– Government Whip – Opposition Whip

Setiap pembicara diberi waktu 7 menit untuk menyampaikan pidatonya. Di antara menit ke-1 dan ke-6, pembicara dari pihak lawan dapat mengajukan interupsi Points of Information (PoI). Bila diterima, pembicara yang mengajukan permintaan interupsi tadi diberikan waktu maksimal 15 detik untuk menyampaikan sebuah pertanyaan yang kemudian harus dijawab oleh pembicara tadi sebelum melanjutkan pidatonya.

Juri dalam debat BP bisa satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Di Indonesia, format ini digunakan dalam kompetisi Founder’s Trophy yang diselenggarakan oleh Komunitas Debat Bahasa Inggris Universitas Indonesia setiap tahunnya.

Kaharuddin, mahasiswa BSI yang juga salah seorang peserta pada kompetisi debat tersebut berpendapat bahwa kompetisi debat dapat menambah semangat mahasiswa dalam kompetisi debat.

“Walaupun banyak kesulitan sewaktu berdebat tadi, tapi saya merasa ini akan memicu semangat mahasiswa untuk mengikuti kompetisi seperti ini”, ungkapnya.

Laporan | Muajiz Muallim

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami