Pembangunan Awal Rumah Sakit UIN Raup 150 Milyar

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dapat Bantuan Komisi IX DPR RI

Washilah — Rencana dibukanya Fakultas Kedokteran di UIN Alauddin, bukanlah isapan jempol belaka. Dua persyaratan utama untuk membuka prodi tersebut, yakni delapan tenaga akademisi Ilmu Kedokteran dan rumah sakit tipe B. Untuk itu, telah dalam proses untuk dipenuhi. Untuk itu, rencana awalnya, terlebih dulu dibentuk Program Studi Kedokteran di bawah naungan Fakultas Kesehatan.
“Untuk membuka fakultas kedokteran, UIN akan membangun rumah sakit pendidikan yang berlokasi di kampus 1,” kata Pembantu Rektor II bidang Administrasi Umum, Prof Dr H Musafir Pababbari M Si, Kamis (17/3).

Pembangunan rumah sakit, yang rencananya tanpa kelas dan berstandar kelas II ini, sudah mendapat sokongan dari pimpinan Komisi IX DPR RI, yang beberapa waktu lalu berkunjung ke UIN. Sesuai keterangan PR II, pihak komisi IX juga menjanjikan akan memberi bantuan dana APBN. Dana yang diperlukan untuk tahap awal pembangunan rumah sakit senilai Rp 150 miliar.

Menurut dia, UIN tidak akan membangun gedung baru untuk rumah sakit, tapi hanya akan merenovasi gedung-gedung perkuliahan yang masih kokoh berdiri di kampus 1. Pengalihan fungsi gedung pendidikan menuju rumah sakit, tengah dalam proses izin di Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Menteri Kesehatan. “Bila dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan izin pengonversian gedung telah disetujui pemerintah pusat, maka fakultas kedokteran siap dibuka. Mungkin sekitar 1-2 tahun lagi,” lanjut dia.

Hal ini dibenarkan Rektor UIN, Prof Dr Qadir Gassing. “Di bagian depan rencananya akan dibangun rumah sakit, dan di bagian belakang akan dibangun gedung Fakultas kedokteran,” ujarnya, (18/03)

Rumah sakit bukan hanya untuk keperluan mahasiswa kedokteran, namun akan diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin berobat. Ketika ditanya apakah seluruh mahasiswa UIN akan mendapat akses gratis di rumah sakit pendidikan UIN, Musafir menjawab, “akses gratis mungkin diberikan bila mahasiswa tersebut memiliki Jamkesmas,” ujarnya sambil tersenyum.

Fakultas Kedokteran nantinya akan dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan. Pada kesempatan berbeda, Nurdiyanah S SKM MPH, salah satu dosen di Fakultas Ilmu Kesehatan, mengatakan perubahan kampus 1 menjadi rumah sakit baru sekedar wacana dan belum tahu kapan terealisasinya. (San/Ni)

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami