Sosialisasi dengan tema “Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah, Kebanksentralan dan Gerakan Nasional Non Tunai” itu berlangsung di Lantai IV Rektorat UIN Alauddin Makassar.
Wakil Dekan (WD) Bidang Akademik FEBI Prof H Muslimin, membuka kegiatan tersebut dengan harapan agar dapat berguna, baik untuk mahasiswa maupun peserta yang hadir saat itu.
“Sosialisasi ini memberikan edukasi kepada kita sehingga bisa mengenali uang baru dengan lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, Perwakilan Anggota BI Sulawesi Selatan (Sulsel) Jundun Faisal, sedikit menjelaskan mengenai gambar rectoverso yang sebagian masyarakat mengatakan gambar palu arit. Tetapi itu merupakan lambang BI yang sudah cukup lama di gunakan, logo tersebut dapat dilihat dengan sempurna jika diterawang.
Ia pun menghimbau kepada mahasiswa untuk ikut meluruskan dan membenarkan, terkait dengan opini yang beredar di masyarakat luar.
Pada sosialisasi itu pula, diperkenalkan bahwa uang baru Indonesia, dilengkapi dengan fitur keamanan blind code atau kode yang dapat digunakan oleh penyandang disabilitas untuk membantu mereka mengetahui nominal uang yang diterima.
Uang baru juga memiliki warna terang dan jelas, serta memiliki benang yang berwarna emas dan terlihat hijau jika dimiringkan, misalnya saja pada pecahan Rp 100.000, kode pengaman ini diterapkan agar pemalsuan tidak dapat terjadi.
“Pada uang baru edisi ini, kode pengaman yang diterapkan merupakan kode terbaik yang pernah ada di dunia,” tutupnya.
Penulis: Rena Rahayu
Editor: Eka Reski R.
Berita Terkait

Bangun Budaya Akademik, MD Bekali Mahasiswa lewat PKTI

Seminar Proker Mahasiswa KKN Desa Tabbaja, Harap Bawa Perubahan Positif bagi Warga

FOTO: Suasana Wisuda Angkatan 117

DEMA UIN Alauddin Makassar Menuntut Evaluasi Program MBG



FOTO: Aksi “Reset Indonesia” Almasi




